IKN Tak Terduga Setara Negara Maju karena Punya Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada prasarana bawah tanah nan menjadi tulang punggung utilitas kota masa depan. Salah satu proyek nan sekarang menjadi sorotan adalah jaringan Multi Utility Tunnel (MUT) nan dirancang untuk menopang kebutuhan utilitas modern secara terintegrasi.

"Terowongan Multi Utility Tunnel (MUT) MUT, total panjang MUT nan sudah terbangun adalah 72,6 km," kata Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H Sumadilaga kepada CNBC Indonesia, melalui pesan singkat Minggu (12/4/2026).

Keberadaan terowongan ini menjadi komponen krusial dalam konsep kota pandai nan diusung Ibu Kota Nusantara. Dengan sistem bawah tanah, beragam jaringan utilitas dapat dikelola lebih rapi tanpa mengganggu estetika kota.

Danis menjelaskan bahwa MUT tidak hanya sekadar terowongan biasa, tetapi dirancang untuk mendukung efisiensi pengedaran layanan.

"⁠Jaringan MUT berada dibawah trotoar jalan untuk melayani kebutuhan utilitas gedung gedung dan area di sepanjang jalan tersebut," kata Danis.

Pembangunan jaringan ini juga difokuskan pada area inti pemerintahan nan menjadi pusat aktivitas negara ke depan. Proyek tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan tahap awal.

Ia menambahkan bahwa sasaran penyelesaian terus dikejar sesuai agenda nan telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah petugas memantau jaringan nan terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)Foto: Sejumlah petugas memantau jaringan nan terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)
Sejumlah petugas memantau jaringan nan terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)

"⁠MUT di area inti pusat pemerintahan nan dibangun melalui APBN ditargetkan selesai pada Tahun 2028," ujar Danis.

Selain prasarana bawah tanah, pembangunan area pemerintahan juga tetap melangkah bertahap. Sejumlah kompleks krusial mulai dari legislatif hingga yudikatif sekarang tengah dikerjakan.

Danis memaparkan bahwa progresnya tetap berada di tahap awal, seiring dengan skala proyek nan besar dan kompleks.

"Infrastruktur nan tengah dibangun adalah: Gedung dan area perkantoran lembaga legislatif, yudikatif dan prasarana pendukungnya rata-rata progres 3,6%," kata Danis.

Dengan kombinasi pembangunan di atas dan bawah tanah, IKN diarahkan menjadi kota nan tidak hanya modern secara tampilan, tetapi juga efisien dalam sistem infrastruktur. Pemerintah pun menargetkan seluruh komponen ini dapat terintegrasi sebelum area inti betul-betul beraksi penuh.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News