Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah menyiapkan konsep smart city alias kota pandai nan memanfaatkan teknologi informasi, data, dan konektivitas untuk mengelola sumber daya, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas hidup warganya secara berkelanjutan.
Groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW alias sekitar Rp 115,94 miliar dilakukan oleh Otorita IKN berbareng Pemerintah Korea Selatan. SCCC berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
SCCC berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berbareng Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW alias sekitar Rp115,94 miliar. (Humas Otorita Ibu Kota Nusantara) Foto: Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berbareng Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW alias sekitar Rp115,94 miliar. (Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menilai kondisi letak nan strategis bagi pembangunan SCCC ini sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota pandai di Nusantara.
"Untuk semua perizinan, jangan cemas semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan gedung ini sangat bagus idenya dan saya berambisi dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan." ujar Basuki dikutip dari detikcom, Sabtu (20/6/2026).
Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC mempunyai nilai 5,5 miliar KRW alias sekitar Rp 64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi ini direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI dan Robotics Lab.
Lalu area luar gedung bakal dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas. Pembangunan gedung SCCC berjalan selama sepuluh bulan serta ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul. Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama Indonesia-Korea di bagian smart city.
Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), Choi Jung-won, menyampaikan bahwa SCCC diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas.
"Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru nan menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, ialah Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat mempunyai kesempatan tersebut juga, melalui kerjasama teknologi smart city nan kita miliki," ujar Choi Jung-won.
Otorita IKN berambisi SCCC dapat menjadi pusat kerjasama kota pandai Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, termasuk bagi ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara.
(hsy/hsy)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·