Jakarta, CNBC Indonesia - Dukungan pemerintah untuk sentra industri mini dan menengah (IKM) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) menghadapi perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat mendapatkan alokasi untuk sejumlah sentra, program bagian IKM tidak lagi dibuka dalam skema DAK 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut DAK mempunyai peran dalam mendorong pengembangan sentra IKM di daerah. Evaluasi program sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan keahlian pada sentra penerima dukungan.
"Dalam periode 2022 sampai 2024 DAK bentuk nan diampu oleh Kemenperin dilaksanakan sebagai industri pendukung tematik pariwisata. Dukungan diberikan kepada 83 sentra IKM pada tahun 2022 dengan pagu 753 miliar rupiah, 68 sentra IKM pada tahun 2023 dengan pagu 450 miliar, dan pada tahun 2024 ke 57 sentra IKM dengan pagu 394 miliar," kata Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (31/8/26).
Pada 2025, skema tersebut mulai diarahkan ke tematik area industri. Dukungan diberikan kepada tiga sentra dengan anggaran Rp50 miliar melalui sejumlah kebutuhan prasarana pendukung.
"Pada tahun 2025, untuk pertama kalinya Kemenperin mendapatkan amanah untuk mengampu tematik area industri dalam program DAK. Ini mencakup tiga sentra dengan pagu 50 miliar nan didukung oleh bidang-bidang konektivitas seperti jalan, bagian perdagangan seperti pasar, bagian air minum, dan juga bagian sanitasi," ujarnya.
Untuk 2027, Kemenperin kembali mengusulkan support bagi sentra IKM dalam tematik area industri dan area pengembangan pangan nasional. Namun, ruang fiskal DAK nan tersedia membikin support terhadap sektor industri menjadi terbatas.
"Untuk tahun 2027, usulan Kemenperin telah masuk dalam pengusulan Bappenas dalam tematik area industri dan tematik area pengembangan pangan nasional alias KPPN dengan kesempatan terbukanya 75 letak prioritas untuk sentra IKM, di mana rinciannya 15 sentra pada tematik area industri dan 60 sentra pada tematik KPPN pangan pertanian dan pangan akuatik," kata Agus.
Hasil pertimbangan menjadi argumen Kemenperin tetap mendorong keberlanjutan program tersebut. Kinerja sentra penerima menunjukkan sebagian besar telah beraksi dan produktivitas IKM mengalami peningkatan.
"Dan berasas info Krisna nan ada di Bappenas, produktivitas IKM di sentra penerima DAK meningkat rata-rata nyaris 17%, melampaui sasaran nan ditetapkan sebesar 10%. Capaian ini menjadi dasar bagi kami bahwa keberlanjutan program DAK bagian IKM tetap kudu dianggap krusial dengan terus memperkuat persiapan tata kelola dan juga keberlanjutan pengelolaan sentra," ujar Agus.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·