Jakarta -
Penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta dilakukan secara serentak Jumat kemarin dan total seberat 6,9 ton sukses ditangkap. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah percaya pembasmian ikan sapu-sapu itu lantaran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengetahui ikan sapu-sapu kerap dijadikan bahan makanan oleh pedagang.
"Saya mempunyai kepercayaan pak gubernur mulai mengetahui bahwa banyak pedagang, pedagang apalah gitu ya saya enggak perlu sebutkan untuk menggunakan ikan sapu-sapu," ujar Ida saat dihubungi, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ida menyebut ikan sapu-sapu tetap belum kondusif untuk dikonsumsi. Dia mengatakan ikan sapu-sapu bisa mempengaruhi populasi ikan lainnya di kali.
"Ikan sapu-sapu ini memang ada gizinya tapi satu perihal tidak disarankan oleh kesehatan untuk dikonsumsi lantaran apa bisa keracunan, bisa mual diare gitu ya muntah-muntah gitu nah itu akhirnya tidak disarankan untuk dikonsumsi," katanya.
"Memang ini ikan sapu-sapu kan sigap sekali besar semestinya jika ikan sapu ini berfaedah jika kita taruh di dalam kolam ikan gitu untuk bersih-bersih kotoran tapi memang lantaran ini adanya di tempat kali nan memang umum, nan dikhawatirkan itu adalah untuk dikonsumsi oleh penduduk kita," tambahnya.
Lebih lanjut, Ida percaya bahwa Pemprov DKI bisa memaksimalkan upaya ini untuk lingkungan nan lebih maju.
"Nah adanya bersih-bersih ini saya punya kepercayaan bahwa Pemda sudah punya pemikiran untuk mau dibuang alias dikemanakan oleh sapu-sapunya agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat itu," katanya.
Sebelumnya, penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di lima wilayah DKI Jakarta. Total terdapat 68.800 ikan sapu-sapu seberat 6,9 ton nan ditangkap untuk dimusnahkan.
"Berdasarkan info nan dihimpun, total ikan sapu-sapu nan ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta adalah Hasudungan A Sidabalok saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/4).
Ia mengatakan wilayah dengan hasil tangkapan terbesar adalah Jakarta Selatan (Jaksel), ialah sebanyak 63.600 ekor dengan berat mencapai 5,3 ton. Penangkapan dilakukan di area Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Sementara itu, di Jakarta Timur (Jaktim) tercatat 4.128 ekor ikan dengan berat 825,5 kg nan ditangkap di 10 titik kecamatan. Di Jakarta Pusat (Jakpus), petugas menangkap 536 ekor dengan berat 565 kg di tujuh titik kecamatan.
Untuk wilayah Jakarta Utara (Jakut), sebanyak 545 ekor ikan dengan berat 271 kg sukses diamankan dari saluran penghubung RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
"Sedangkan di Jakarta Barat, 71 ekor ikan dengan berat 17 kg ditangkap di Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng," ungkapnya.
(azh/idn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·