IHSG Sempat Terguncang Imbas MSCI, Bos OJK Minta Doa Ulama

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

IHSG Sempat Terguncang Imbas MSCI, Bos OJK Minta Doa Ulama

IHSG Sempat Terguncang Imbas MSCI, Bos OJK Minta Doa Ulama (Foto: Ketua OJK/Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memohon support angan kepada para ustad dan ustadz Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar kondisi pasar modal Indonesia kembali stabil dan solid usai dihantam tekanan berat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG sepekan lampau ambruk 14,91 persen ke 5.185 pada perdagangan sepekan periode 12 hingga 16 Oktober 2026. IHSG ambruk dipicu oleh pengumuman MSCI nan bakal menurunkan pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market. Bahkan, pada pembukaan perdagangan Senin 19 Oktober 2029 kemarin, IHSG ambruk ke level 4.961.

Namun, sekarang IHSG mulai merangkak naik. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 282,28 poin alias naik 5,65 persen ke level 5.278.

Friderica secara terbuka membujuk para pemuka kepercayaan untuk turut mendoakan ketahanan industri pasar modal nasional di tengah guncangan nan terjadi. Dia menekankan pentingnya membedakan antara kekuatan esensial ekonomi dengan kepanikan sentimen sesaat nan sempat menekan laju indeks.

"Dan saya minta dukungannya, Kiai, juga minta doanya di sini ada Ustaz juga ya nan sering mendoakan. Jadi minta doanya agar pasar modal kita semakin solid, semakin maju, semakin berkembang ya. Karena tentu jika pasar modal itu ‘kan kita kudu membedakan antara fundamentalnya dengan mungkin sentimen nan sedang terjadi saat ini," ujar Friderica dalam forum Ijtima Sanawi MUI di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Tekanan dahsyat di pasar saham domestik tersebut dipicu oleh pengumuman MSCI nan membuka konsultasi publik mengenai proposal penurunan pengelompokkan alias downgrade pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Sentimen negatif ini juga memicu kepanikan penanammodal hingga IHSG ambruk lebih dari 8 persen pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10), nan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaktifkan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit demi meredam gejolak.

Merespons kegelisahan penanammodal akibat anjloknya indeks tersebut, Friderica mengakui pasar saham domestik memang sempat mengalami volatilitas nan cukup tajam. Kendati demikian, regulator menegaskan bahwa langkah pembenahan sistem dan tata kelola bursa terus melangkah demi memperkokoh ekosistem keuangan.

"Dan hari ini kita semua memandang gimana hari Jumat kemarin pasar modal kita sedikit mengalami apa istilahnya, gonjang-ganjing alias apa ya gitu jika istilahnya penanammodal gitu. Tapi kita bisa sampaikan kepada semua nan mungkin di ruangan ini juga adalah penanammodal bahwa saat ini reformasi di pasar modal terus kita laksanakan," kata dia.

"Perbaikan-perbaikan terus kita laksanakan, baik itu dari sisi integritas, keterbukaan, kemudian enforcement juga terus kita tegakkan. Kemudian gimana kita membujuk ya semakin banyak orang berinvestasi di pasar modal, dan seterusnya," sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑