
Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan esensial pasar tetap dalam kondisi baik. (Foto ;Okezone.com/BEI)
JAKARTA - Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan esensial pasar tetap dalam kondisi baik di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 1,7 persen alias 101 poin ke level 5.839.
Jeffrey mengatakan, berasas laporan finansial emiten tahun kitab 2025, rata-rata pertumbuhan untung perusahaan tercatat mencapai lebih dari 21 persen. Sementara itu, berasas laporan finansial kuartal I 2026, sekitar 80 persen perusahaan tercatat tetap membukukan untung bersih.
"Fundamental pasar kita saat ini dalam kondisi baik. Per akhir tahun 2025, seluruh perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan untung lebih dari 21 persen," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/6/2026).
Lebih lanjut, Jeffrey menyampaikan bahwa saham-saham nan tergabung dalam indeks LQ45 mencatat pertumbuhan untung bersih rata-rata sebesar 29-30 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi persentase tertinggi dari sisi jumlah perusahaan tercatat nan membukukan untung bersih dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2020 hanya 63 persen perusahaan tercatat nan mencetak untung bersih.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·