Jakarta -
Market Review
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di area merah pada perdagangan Senin (27/7). IHSG turun 0,17% ke level 6.185,78 di tengah aktivitas penanammodal nan melakukan penyesuaian portofolio menjelang rebalancing indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 nan efektif bertindak pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Saham DCII, CASA, dan BMRI menjadi kontributor penguatan terbesar terhadap indeks. Sebaliknya, TLKM, BREN, dan ASII menjadi saham nan memberikan tekanan pada pergerakan IHSG.
Dari aktivitas transaksi, penanammodal asing membukukan jual bersih sebesar IDR 491,89 miliar di pasar reguler dan IDR 820,67 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor berhujung melemah, dipimpin sektor prasarana nan turun 1,25%, sementara sektor industrial menjadi satu-satunya sektor dengan penguatan paling besar, ialah 0,68%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Dow Jones naik 0,51%, S&P 500 menguat tipis 0,02%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,18%. Sementara itu, ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga tetap bergerak melemah masing-masing sebesar 0,98% dan 0,27%.
Berita Emiten
PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI)
SUNI kembali memperoleh proyek baru setelah memenangkan tender pengadaan Wellhead dan Xmas Tree untuk Pertamina EP Regional 1 dengan nilai perjanjian IDR 43,74 miliar. Proyek tersebut mempunyai masa penyelenggaraan selama 1 tahun 4 bulan 50 hari kalender.
Kontrak ini melengkapi perolehan proyek SUNI nan diumumkan sebelumnya, ialah tender pengadaan Wellhead Component Sub Paket A dari Pertamina Hulu Rokan dengan nilai maksimal IDR 62,55 miliar dan masa bertindak hingga Agustus 2028. Dengan tambahan tersebut, total nilai dua perjanjian baru perseroan mencapai IDR 106,29 miliar.
Perolehan proyek baru ini datang setelah keahlian semester I-2026 mengalami penurunan. Penjualan SUNI tercatat sebesar IDR 324,29 miliar alias turun 25,99% dibandingkan periode nan sama tahun lalu, sedangkan untung periode melangkah turun 35,60% menjadi IDR 57,91 miliar. Nilai kedua perjanjian tersebut setara sekitar 32,78% dari penjualan semester I-2026, meski pengakuan pendapatannya bakal dilakukan secara berjenjang hingga 2028.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
INET memperkenalkan NewConnext, jasa digital terintegrasi nan dikembangkan melalui anak upaya PT Data Prima Solusindo. Kehadiran jasa ini menjadi bagian dari pengembangan upaya perseroan untuk melayani kebutuhan transformasi digital pengguna korporasi.
NewConnext menghadirkan jasa nan mencakup konektivitas jaringan domestik dan internasional, pusat data, otomasi proses upaya berbasis kepintaran buatan (AI), hingga penyediaan tenaga kerja ahli dalam satu ekosistem.
Pengembangan upaya tersebut berjalan seiring pertumbuhan keahlian perusahaan pada kuartal I-2026. INET membukukan pendapatan neto sebesar IDR 383,60 miliar, meningkat signifikan dari IDR 12,10 miliar pada periode nan sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari lini jasa outsourcing nan menyumbang IDR 332,95 miliar alias sekitar 86,79% dari total pendapatan.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
MIDI mencatatkan pendapatan neto sebesar IDR 11,25 triliun pada semester I-2026, meningkat 8,45% dibandingkan semester I-2025 sebesar IDR 10,37 triliun.
Di saat nan sama, untung periode melangkah meningkat 24,44% menjadi IDR 485,97 miliar dari IDR 390,52 miliar pada periode nan sama tahun lalu. Pertumbuhan untung nan lebih tinggi dibandingkan pendapatan mencerminkan peningkatan efisiensi operasional di tengah ekspansi upaya nan terus berjalan.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah gerai MIDI mencapai 2.662 unit, bertambah dari 2.587 gerai pada akhir 2025. Perseroan juga menargetkan pembukaan sekitar 200 gerai baru sepanjang 2026 dengan support shopping modal sekitar IDR 1,50 triliun nan bakal dialokasikan untuk ekspansi gerai, penguatan prasarana operasional, dan pengembangan jasa digital.
Rekomendasi Saham Hari Ini
TKIM - Buy 6125-6200 | TP 6275-6400 | SL 5850
BUKA - Buy 118-120 | TP 123-125 | SL 112
CMRY - Buy 4700-4720 | TP 4760-4820 | SL 4460
WINS - Buy 510-520 | TP 525-535 | SL 485
VKTR - Buy 790-800 | TP 810-830 | SL 745
Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.
(ang/ang)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·