Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 6.700-6.650 pada pembukaan perdagangan Senin (18/5). Pada Rabu (13/5), IHSG ditutup ambruk 135,579 poin alias 1,98 persen ke level 6.723,320.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan (ini),” kata analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (18/5).
Menurut analis Phintraco, sentimen tetap dari beberapa saham RI nan dikeluarkan oleh MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026.
“Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi sebelumnya dan optimisme penanammodal bahwa Indonesia tetap tidak berubah di Emerging Market,“ katanya.
Dari domestik, penanammodal mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia nan diperkirakan bakal mempertahankan BI Rate tetap di 4,75 persen pada Rabu (20/5).
Saham-saham nan dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Senin (18/5) meliputi CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA, dan BULL.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG pada Senin (18/5) melemah ke level 6.715-6.590.
“IHSG tetap terlihat oversold berasas parameter RSI dan kemungkinan bakal menguji wave 5/A. Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan,” tulis Nafan dalam keterangannya, Senin (18/5).
Nafan mengatakan market tetap merespons netral hingga negatif lantaran pertemuan AS-China belum menghasilkan kesepakatan substansial nan berkarakter mengikat mengenai stabilitas area Timur Tengah dan pembukaan normal jalur Selat Hormuz.
“Apalagi ditambah ancaman Trump nan siap meningkatkan intensitas militer jika Teheran tidak melunak sehingga perihal ini menandakan bahwa akibat geopolitik di Timur Tengah tetap sangat rapuh,” tuturnya.
Sementara itu, penanammodal tetap mencerna akibat keluarnya sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard maupun Small Cap Index pasca pengumuman MSCI pekan lalu. Diperkirakan foreign outflow tetap bersambung dengan penurunan intensitas dibanding pada saat awal kepanikan.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah nan tetap tertahan di kisaran Rp 17.597 per USD tetap menjadi aspek penekan utama bagi volatilitas indeks.
Saham-saham nan direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Senin (18/5) meliputi PGEO, TAPG, dan WIFI.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual suatu produk investasi tertentu.
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·