Idris Elba angkat bicara soal rumor James Bond. Ia menegaskan karakter 007 kudu tetap menjadi intermezo murni dan tidak dipaksakan menjadi 'woke'.(AFP)
AKTOR senior Inggris, Sir Idris Elba, menegaskan karakter legendaris James Bond tidak boleh dipaksakan menjadi karakter nan "woke". Ia juga menilai sebagian penonton dunia belum bisa menerima jika pemasok rahasia 007 tersebut diperankan tokoh laki-laki berkulit hitam.
Meski namanya kerap digadang-gadang oleh para fans selama bertahun-tahun, Elba mengaku dirinya tidak pernah betul-betul masuk dalam bursa calon pemeran sang mata-mata. Walau demikian, tokoh berumur 53 tahun ini tetap merasa terhormat atas rumor tersebut.
Menurutnya, karakter James Bond sudah mempunyai pakemnya sendiri sejak awal diciptakan.
"Secara realistis, beberapa pasar (film) internasional tidak bisa menerima perihal itu," ujar Elba dalam wawancaranya berbareng GQ. "Bond sangat besar di seluruh dunia. Dan tidak semua penonton bakal menerima laki-laki berkulit hitam alias laki-laki Afrika memerankan Bond. Itu bukan bagian dari budaya mereka. Titik."
Elba menambahkan prinsip utama dari waralaba James Bond adalah sebagai sarana melarikan diri dari realitas (escapism). Konsepnya tidak perlu diubah demi mengikuti tren sosial politik saat ini.
"Bond itu sangat tidak realistis, jadi sedikit sentuhan realitas memang bagus, tapi jangan mencoba membuatnya menjadi woke. Saya pikir kita kudu murni menjaga esensinya: sebuah pelarian. Jangan mencoba memenuhi selera seluruh dunia. Jadilah Bond apa adanya," lanjut Elba.
Di sisi lain, Elba sempat berseloroh mengenai peran terbarunya sebagai Man-At-Arms dalam movie Masters of the Universe. Karakter animasi era 1980-an tersebut dikenal mempunyai penampilan bentuk nan sangat berbeda jauh dengan dirinya, termasuk karakter unik kumis merahnya.
"Bicara soal pergantian pemain (recasting), saya sempat agak ragu. Tapi kemudian saya berpikir, 'Apa nan Anda bicarakan?! Man-At-Arms bisa berwarna apa saja! Lagipula dia punya kaki berwarna hijau, demi Tuhan!'" candanya.
Pencarian Agen 007 Baru Dimulai
Sementara itu, proses pencarian tokoh baru untuk meneruskan tongkat estafet dari Daniel Craig telah resmi dimulai sejak bulan lalu. Setelah lima tahun berlalu sejak perilisan No Time To Die (2021) nan menjadi penampilan terakhir Craig, pihak studio sekarang bergerak cepat.
Berdasarkan laporan media Hollywood Variety, proses audisi tertutup telah melangkah dalam beberapa pekan terakhir di bawah pengarahan salah satu sutradara casting terkemuka, Nina Gold. Pihak Amazon MGM Studios pun menyatakan antusiasme mereka terhadap masa depan proyek ini.
"Meskipun kami tidak berencana mengomentari perincian spesifik selama proses pemilihan pemain, kami sangat antusias untuk membagikan berita lebih lanjut kepada para fans 007 segera setelah waktunya tepat," ungkap perwakilan Amazon.
Proyek movie James Bond ke-26 ini dipastikan bakal digarap oleh tim papan atas. Sutradara movie Dune, Denis Villeneuve, telah ditunjuk untuk mengarahkan movie ini, dengan naskah nan ditulis oleh pembuat serial Peaky Blinders, Steven Knight.
Beberapa nama tokoh Inggris terkenal sekarang santer dirumorkan masuk dalam daftar radar pantauan studio, di antaranya Callum Turner, Henry Cavill, hingga Aaron Taylor-Johnson. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·