Identitas Pelaku Penembakan Maut Montreal Terungkap dan Misteri Manifesto 104 Halaman

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Identitas Pelaku Penembakan Maut Montreal Terungkap dan Misteri Manifesto 104 Halaman Kepolisian Montreal(Postmedia)

OTORITAS di Quebec, Kanada, telah mengidentifikasi tersangka pelaku penembakan maut di area Côte-des-Neiges, Montreal. Pelaku berjulukan Seth Hatfield, seorang mahasiswa berumur 25 tahun asal Universitas Lethbridge, Alberta. Ia tewas ditembak polisi setelah diduga melepaskan tembakan dari jendela bilik hotelnya pada Senin.

Insiden tragis ini menewaskan dua orang, ialah seorang petugas polisi dan seorang penduduk sipil, serta melukai satu petugas lainnya.

Kantor Koroner Quebec mengonfirmasi polisi nan gugur adalah Mohamed Lamine Benredouane, 34, sementara penduduk sipil nan tewas tertembak adalah Michel Mizrahi, 64. Wali Kota area Côte-des-Neiges, Stéphanie Valenzuela, sembari meneteskan air mata menyatakan Benredouane kehilangan nyawanya dalam "tindakan kepahlawanan".

Sementara itu, Mizrahi diketahui sebagai seorang ayah tiga anak keturunan Yahudi. Karena penembakan terjadi di lingkungan dengan organisasi Yahudi nan besar, sempat muncul kekhawatiran mengenai motif antisemitisme. Namun, Dewan Komunitas Yahudi Montreal (JCCM) meminta publik menahan diri.

"Perjuangan organisasi kita melawan antisemitisme terlalu krusial untuk dirusak oleh spekulasi alias rumor," ujar Rabi Saul Emanuel dari JCCM.

Jejak Manifesto 'Ekstremisme Gado-gado'

Hingga kini, kepolisian belum merilis motif resmi penembakan. Namun, sebuah arsip setebal 104 laman nan diduga kuat milik pelaku telah beredar di media sosial. Dokumen tersebut berisi pesan anti-kapitalis, anti-pemerintah, dan sarat dengan kebencian terhadap wanita (misogini).

Stephanie Carvin, master ekstremisme dari Universitas Carleton nan telah membaca arsip tersebut, menggambarkannya sebagai kritik kaum incel terhadap kapitalisme.

"Ini adalah kritik kaum incel terhadap kapitalisme," kata Carvin kepada BBC. Ia menambahkan bahwa arsip itu menggabungkan pendapat sayap kiri dan sayap kanan untuk membenarkan pandangannya, sebuah jenis "ekstremisme gado-gado" (salad bar extremism).

Lebih lanjut, arsip tersebut juga secara tajam mengkritik pornografi. Surat berita lokal La Presse melaporkan bahwa posisi tersangka saat menembak berada tepat di seberang instansi perusahaan pemilik Pornhub, meski pihak perusahaan menolak memperkirakan mengenai perihal ini.

Menyusul beredarnya arsip nan diduga turut mendorong penduduk sipil untuk menyerang polisi tersebut, Kepolisian Federal Kanada (RCMP) langsung mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada seluruh lembaga kepolisian di Kanada.

Menanggapi tragedi ini, Wali Kota Montreal, Soraya Martinez Ferrada, menyerukan patokan kontrol senjata api nan lebih ketat dan pengawasan terhadap peran media sosial. Ia menilai isi arsip nan beredar sangat tidak dapat diterima.

"Saya pikir perlu ada langkah untuk memastikan bahwa wanita merasa terlindungi," tegasnya. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia