Ibu Pertiwi, Pahlawan, dan Luka Bangsa: Sastra sebagai Cermin Sejarah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Perang Sumber: pexels.com

"Masa lampau tidak hanya diingat, tetapi juga dipilih, disusun, dan dipentaskan."

Ketika Pahlawan Tidak Lagi Sederhana

Luka Kolektif Bangsa nan Tidak Pernah Benar-Benar Hilang

"....Mimpi jelek sudah tidak pernah datang, tetapi saya malah takut tertidur. Jari-jariku seolah mengeriting dan kakiku mengecil. Ada suara-suara berbincang di dalam kepalaku menggunakan bahasa asing. Aku mau mempelajari bahasa itu, tetapi ....”

Propaganda dan Sejarah nan Dipoles

".....Dan, kudu saya ingatkan, agaknya ada hal-hal nan mungkin tidak perlu Pak Kafka katakan secara langsung di depan kamera. Semoga Pak Kafka baik-baik saja dan semuanya melangkah lancar....”

Kembalinya Suara Korban

”Ingatkah kau, Kafka, ketika kau dan teman-teman tentaramu menyerbu kompleks tempat tinggalku? Kau dan teman-teman tentaramu memerkosa saya dan ibuku ramai-ramai.”

Bangsa, Ingatan, dan Wilayah Abu-Abu

Sastra sebagai Ruang Membongkar Ingatan

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan