Yogyakarta, CNN Indonesia --
Polisi mengungkap pengakuan TKS (25), ibu dari bocah balita berinisial ACB (3) nan sebelumnya ditemukan terikat kaki-tangannya serta mulut nan dilakban dalam sebuah rumah kontrakan di Pleret, Bantul, DIY.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyebut bahwa TKS telah diamankan dan mulai diperiksa di Polsek Pleret, Rabu (3/6). Hasilnya, TKS mengakui bahwa dia telah mengikat kaki-tangan dan menutup mulut ACB menggunakan lakban.
"Pelaku dalam perihal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refreshing jalan-jalan melepas penat nan selama ini dirasa lelahnya mengasuh anak sendirian," kata Rita dalam keterangannya, Rabu malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rita bilang, TKS mengaku tidak memikirkan akibat dari tindakannya tersebut. Ia merasa sudah terlalu capek mengurus anak sendirian, sementara suaminya bekerja sebagai pengemudi di Jakarta dan hanya bisa pulang sebulan sekali.
Ridho Fahriza, suami pelaku sekaligus ayah korban sementara itu meminta maaf atas kegaduhan nan ditimbulkan dari peristiwa ini. Ia meminta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.
"Keluarga dan suami pelaku menganggap kejadian tersebut sebagai gangguan psikis akibat lelahnya mengurus anak sendirian dan pertama kali menjadi seorang ibu alias kata lain baby blues," pungkas Rita.
Sebelumnya, ACB ditemukan di dalam rumah kontrakannya Pleret, Bantul, Senin (1/6) malam dalam kondisi kaki-tangan terikat lakban dan selendang, serta mulutnya diplester.
Beberapa saksi penduduk menemukan ACB setelah mendengar bunyi tangis bocah pada malam hari itu. Korban ditemukan dalam kondisi lemas pula.
Sementara TKS, diamankan di wilayah Pleret pada Rabu (3/6). Adapun ACB setelahnya dipastikan dalam kondisi sehat dan sekarang tengah dirawat family sang ayah di Gunungkidul.
(kum/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·