Ibas Nilai Budidaya Ikan Patin Trenggalek Penting dalam Rantai Pasok MBG

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengunjungi hamparan kolam budidaya ikan patin di Sukowetan, Trenggalek. Dalam kunjungan itu, Ibas berbincang dengan para pembudidaya dan memandang langsung proses panen ikan patin nan menjadi salah satu penggerak ekonomi warga.

Hamparan kolam budidaya ikan patin di Sukowetan menjadi gambaran tentang gimana masyarakat desa membangun angan baru bagi perekonomian family dan ketahanan pangan daerah. Di tengah aktivitas panen dan pembibitan ikan nan berjalan sejak pagi, Ibas menyusuri area kolam dan mendengar langsung aspirasi para pembudidaya.

Dengan luas area budidaya sekitar 9 hektare dan lebih dari 200 kolam aktif, masyarakat setempat sekarang bisa melakukan panen ikan patin setiap hari. Dalam satu siklus budidaya selama kurang lebih enam bulan, hasil panen dari Trenggalek telah dipasarkan ke beragam wilayah di Indonesia, terutama dalam corak fillet ikan patin nan mempunyai nilai jual lebih tinggi.

Bagi masyarakat pembudidaya, ikan patin bukan hanya komoditas perikanan. Selain menjadi sumber penghasilan keluarga, ikan patin juga dikenal mempunyai kandungan protein tinggi, omega-3, serta nutrisi nan baik untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat.

Ibas menilai budidaya ikan patin mempunyai peran strategis, tidak hanya bagi ekonomi desa, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Dari kolam-kolam sederhana ini kita memandang angan besar. Ada kerja keras masyarakat, ada semangat gotong royong, ada ekonomi nan bergerak, dan ada kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat kita," ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Ibas menilai budidaya ikan patin berpotensi menjadi bagian krusial dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan tengah digagas pemerintah. Menurutnya, sentra budidaya ikan lokal dapat menjadi sumber protein hewani berbobot bagi anak-anak sekolah sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

"Kalau desa-desa bisa memproduksi pangan sendiri, termasuk protein hewani seperti ikan patin, maka manfaatnya besar sekali. Anak-anak kita bisa mendapatkan asupan gizi nan baik, sementara ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh. Ini nan kudu terus kita sorong bersama," lanjutnya.

Dalam perbincangan berbareng Ibas, para pembudidaya menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai tantangan upaya nan mereka hadapi. Beberapa di antaranya mengenai kenaikan nilai pakan ikan dan kebutuhan support sumur bor untuk menjaga pasokan air kolam, terutama saat musim kemarau.

Menurut para pembudidaya, sumber air nan memadai sangat krusial untuk menjaga kualitas budidaya dan keberlangsungan produksi ikan patin nan sekarang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat desa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ibas menyatakan bakal mendorong kebutuhan masyarakat kepada kementerian dan pihak terkait. Ia mengatakan support terhadap sarana dasar budidaya perlu terus diperhatikan agar upaya masyarakat dapat berkembang lebih kuat.

"Kita mau masyarakat pembudidaya ikan ini semakin berdikari dan kuat. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga sarana pendukungnya seperti kesiapan air dan pengembangan pakan mandiri. Kalau upaya rakyat seperti ini terus berkembang, maka lapangan pekerjaan bakal tumbuh dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Kita sorong kelak untuk keberadaan sumur bor," tegas Ibas.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mendorong masyarakat desa untuk terus produktif, kreatif, dan berani mengembangkan potensi daerahnya. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi berbasis desa menjadi salah satu langkah krusial untuk mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja.

"Jangan takut memulai upaya dan jangan sigap menyerah. Desa punya potensi besar jika dikelola bersama-sama. Ketika masyarakat produktif dan mandiri, maka desa bakal semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tutup Ibas.

Sebagai corak support terhadap para pembudidaya, Ibas turut menyerahkan support pakan ikan kepada sejumlah golongan masyarakat budidaya ikan patin di Sukowetan, Trenggalek.

Bagi penduduk setempat, kunjungan tersebut menjadi corak perhatian terhadap upaya masyarakat desa nan tumbuh dari kerja keras dan semangat gotong royong. Dari kolam-kolam ikan patin di Trenggalek, tumbuh angan tentang ketahanan pangan, ekonomi rakyat nan bergerak, dan desa nan semakin mandiri. (ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News