Ibas Dorong Penguatan Informasi Berkualitas untuk Ekosistem Media yang Sehat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan info melalui kerjasama antara pemerintah, media, dan platform digital. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem info nan sehat, akurat, dan berbobot demi mendukung stabilitas nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ibas saat menghadiri Audiensi Kebangsaan berbareng Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) pada Selasa (14/4). Dalam forum bertema Kedaulatan Informasi Berkualitas: Platform Digital, Pers, dan Globalisasi Data itu, Ibas menegaskan pentingnya menghadirkan ruang info nan sehat bagi publik.

"Kita mau ada ekosistem info nan sehat, nan baik, lantaran jika setiap orang dapat mengakses buletin nan tepat, nan akurat, nan adil, dan berimbang, maka sebetulnya generasi kita juga bakal tumbuh kembang secara sehat," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibas menilai, derasnya arus disinformasi dan maraknya hoaks di beragam platform digital kudu direspons dengan langkah konkret agar masyarakat memperoleh info nan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengatakan tantangan tersebut tak cukup dijawab dengan pendekatan biasa, tetapi memerlukan standar kualitas info nan lebih tinggi serta penguatan literasi digital.

"Tidak cukup hanya sekadar kerjasama dengan pemerintahan, tapi mungkin diperlukan standar kualitas dari info nan lebih tinggi nan bisa kita lakukan bersama, dan berikutnya lagi bisa saja dari literasi digital agar masyarakat kita bisa terus mengerti antara benar, salah, baik, dan buruk," lanjutnya.

Menurut Ibas, peningkatan kualitas info kudu melangkah seiring dengan keahlian masyarakat dalam memilah konten secara kritis. Ia pun optimistis sinergi lintas sektor dapat membawa hasil positif bagi kualitas ekosistem info nasional.

"Kita kudu percaya dan optimistis bahwa sinergi dan kerjasama nan kita lakukan perlahan bisa menghasilkan, seperti nan sering terdengar, kebenaran bakal selalu menang meski memerlukan waktu. Di tengah tantangan, saya juga percaya sinergi antara pemerintahan, media, politik, parlemen, dan platform digital bakal menciptakan ekosistem nan lebih baik," tegasnya.

Masih dalam kesempatan nan sama, Ibas juga menyinggung izin digital nan pernah dibentuk pemerintah pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ialah Undang-Undang ITE. Menurutnya, meski kerap memicu perdebatan, patokan tersebut tetap mempunyai kegunaan krusial dalam mengatur ruang digital. Ia menambahkan, arah itu sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo nan mendorong kedaulatan digital, baik lewat pembangunan prasarana maupun izin nan lebih ramah dan protektif bagi generasi muda.

Ibas juga menyoroti tantangan nan dihadapi wartawan di era digital, termasuk tekanan dan intimidasi dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya prinsip keberimbangan dalam penyampaian informasi.

"Demokrasi memang memberikan kebebasan bersuara, berkomentar, dan berpendapat, tetapi tetap kudu ada aspek cover both sides agar info nan disampaikan tetap berimbang," katanya.

Dalam audiensi itu, peserta berjulukan Sasmito turut menyoroti kondisi platform digital nan dinilai belum sehat. Ia menilai banyak pembuat konten mengemas produknya sebagai berita, tetapi berpotensi menyesatkan. Menurut dia, izin Indonesia sebenarnya sudah cukup baik dan apalagi bisa menjadi rujukan, namun tetap memerlukan penguatan support politik.

Ia juga menyinggung RUU Hak Cipta nan dinilai belum mengakomodasi buletin aktual, sehingga berpotensi menggerus kewenangan ekonomi pers. Selain itu, dia menyoroti model AI nan menyajikan info tanpa sumber di tengah kondisi kewartawanan nan makin tertekan secara ekonomi sejak pandemi.

Dari Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman menyatakan pihaknya secara politik bakal memperjuangkan aspirasi tersebut, meski berada dalam posisi minoritas di parlemen. Sementara itu, Zulfikar Hamonangan menilai patokan investasi asing di media sebenarnya sudah ada, namun perubahan ekosistem dari media konvensional ke media sosial, terutama lewat iklan digital, telah memengaruhi model upaya media dan perlu dipelajari lebih lanjut.

Audiensi kebangsaan itu juga dihadiri sejumlah tokoh Fraksi Partai Demokrat DPR RI, antara lain Marwan Cik Asan, H. Anton Sukartono Suratto, Benny Kabur Harman, Nurwayah, dan Zulfikar Hamonangan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat untuk mendorong penguatan ekosistem info nan sehat melalui kerjasama lintas sektor dan support kebijakan bagi kewartawanan berkualitas.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News