Hujan Meteor Lyrid Akan Hiasi Langit Indonesia April 2026, Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Hujan Meteor Lyrid Akan Hiasi Langit Indonesia April 2026, Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Ilustrasi.

JAKARTA – Langit malam Indonesia pada akhir April 2026 bakal menyuguhkan pemandangan kosmik memukau melalui kejadian tahunan Hujan Meteor Lyrid. Hujan meteor ini merupakan salah satu nan tertua dalam catatan sejarah dan menawarkan pagelaran "bintang jatuh" nan berasal dari sisa-sisa debu komet kuno.

Bagi para pengamat langit di Indonesia, puncak Hujan Meteor Lyrid menjadi momen nan dinanti lantaran intensitasnya nan stabil dan kemudahannya untuk diamati tanpa perangkat bantu optik.

Asal-usul Hujan Meteor Lyrid

Hujan Meteor Lyrid terjadi ketika Bumi melintasi sabuk puing-puing nan ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 Thatcher. Komet ini memerlukan waktu sekitar 415 tahun untuk sekali mengelilingi Matahari. Berdasarkan info dari NASA dan Organisasi Meteor Internasional (IMO), butiran debu komet nan memasuki atmosfer Bumi bergerak dengan kecepatan luar biasa, mencapai 49 km/detik. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan debu tersebut terbakar dan menghasilkan pijaran sinar nan kita kenal sebagai meteor.

Jadwal dan Waktu Pengamatan di Indonesia

Periode aktif Hujan Meteor Lyrid berjalan dari tanggal 14 hingga 30 April 2026. Namun, puncaknya diprediksi terjadi pada malam 22 April hingga awal hari 23 April 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melakukan pengamatan di seluruh wilayah Indonesia adalah setelah tengah malam, tepatnya mulai pukul 00.00 hingga sesaat sebelum fajar menyingsing (sekitar pukul 05.00 waktu setempat). Pada jendela waktu tersebut, titik radian—titik asal meteor seolah muncul—yang berada di konstelasi Lyra sudah cukup tinggi di ufuk timur laut.

Lokasi dan Strategi Pengamatan Terbaik

Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh pelosok negeri selama cuaca cerah. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, perhatikan hal-hal berikut:

  • Arah Pandang: Arahkan pandangan Anda ke arah timur laut. Meteor bakal tampak memancar dari dekat bintang Vega, bintang paling terang di rasi Lyra, namun lintasannya bisa memanjang hingga ke tengah langit.
  • Kondisi Cahaya: Pilih letak nan minim polusi cahaya, seperti dataran tinggi, pantai, alias pedesaan. Di tahun 2026, kondisi bulan berada pada fase Bulan Sabit Awal nan terbenam lebih awal, sehingga langit bakal cukup gelap untuk menonjolkan pijaran meteor.
  • Metode Pengamatan: Anda tidak memerlukan teleskop alias binokular. Menggunakan perangkat optik justru bakal mempersempit bagian pandang. Mata bugil adalah langkah terbaik untuk menangkap kilatan meteor nan muncul tiba-tiba.
Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com