HRTA Naik 115 Peringkat dalam Fortune Southeast Asia 500

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
HRTA Naik 115 Peringkat dalam Fortune Southeast Asia 500 Ilustrasi emas batangan.(Dok.Istimewa)

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dengan masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, untuk tahun ketiga berturut-turut. Pada tahun ini, perseroan sukses menempati ranking ke-129, meningkat signifikan sebanyak 115 ranking dibandingkan posisi ke-244 pada tahun sebelumnya. 

Pencapaian tersebut menjadikan HRTA sebagai salah satu perusahaan dengan peningkatan ranking terbesar di area Asia Tenggara dan salah satu perusahaan Indonesia dengan pertumbuhan tercepat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun ini

Fortune Southeast Asia 500 merupakan daftar tahunan nan diterbitkan oleh Fortune Magazine dan menilai 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berasas pendapatan tahunan. Daftar ini menjadi salah satu tolak ukur utama dalam menilai skala usaha, daya saing, dan kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. 

Pada 2026, periode pemisah pendapatan untuk masuk ke dalam daftar tersebut setara dengan minimal US$440 juta alias Rp7,9 triliun meningkat sebesar 26% YoY dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin ketatnya persaingan di tingkat regional. 

“Inklusi HRTA dalam Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut serta peningkatan ranking nan signifikan pada tahun ini merupakan pengesahan atas strategi pertumbuhan jangka panjang nan telah kami jalankan secara konsisten. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan keahlian finansial Perseroan, tetapi juga menunjukkan keberhasilan kami dalam memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam industri emas nasional,” ungkap Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk kemarin.

KINERJA PERUSAHAAN
Menurut Sandra, keahlian perseroan sepanjang 2025 menjadi salah satu aspek utama nan mendorong peningkatan ranking tersebut. HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun alias tumbuh 144,39% YoY dibandingkan tahun sebelumnya, sementara untung bersih meningkat 121,29% YoY menjadi Rp978,49 miliar. 

Fortune juga menyoroti HRTA sebagai salah satu perusahaan dengan kenaikan ranking terbesar dalam daftar tahun ini, didukung oleh pertumbuhan pendapatan nan kuat seiring dengan penguatan nilai emas dan pengembangan ekosistem upaya emas terintegrasi nan dijalankan perseroan.

"Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, HRTA terus memperkuat fondasi upaya melalui pengembangan kapabilitas operasional, penguatan rantai pasok bahan baku domestik, ekspansi jaringan distribusi, serta pengembangan ekosistem bullion nasional," terangnya.

Perseroan sebut Sandra, tengah menargetkan perolehan sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Sertifikasi ini diharapkan dapat diperoleh pada tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Perseroan terhadap kualitas dan tata kelola nan diakui secara internasional. 

"Saat ini kami terus konsentrasi pada penguatan posisinya untuk menjadi referensi dalam perihal penemuan dan standar kualitas industri perhiasan emas dan emas batangan di Indonesia dengan menerapkan good corporate governance di seluruh aspek operasional perseroan," paparnya. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia