SANAA - Setidaknya 58 tentara pemerintah Yaman tewas dalam serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) besar-besaran oleh golongan Houthi, menurut keterangan sumber militer. Serangan ini menandai salah satu hari paling mematikan dalam perang kerabat di negara tersebut selama empat tahun terakhir.
Kekerasan juga merembet hingga ke negara tetangga, Arab Saudi.
Serangan pada Kamis, (6/8/2026) itu menyasar posisi-posisi militer di provinsi Marib dan Hadramout, serta menyebabkan puluhan tentara lainnya terluka, menurut sumber nan berbincang dengan syarat anonimitas tersebut.
Seorang pejabat militer menyebut serangan-serangan itu sebagai nan paling mematikan bagi pasukan pemerintah sejak tahun 2022.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menyasar posisi pemerintah sebagai tanggapan atas apa nan dia sebut sebagai penumpukan kekuatan militer nan didukung oleh Arab Saudi.
Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan bahwa angkatan bersenjata bakal memberikan tanggapan "di tempat dan waktu nan tepat."
Serangan merembet ke Arab Saudi
Eskalasi bentrok meluas hingga melintasi perbatasan pada Kamis, serangan Houthi melukai 11 penduduk sipil di wilayah Najran, Arab Saudi bagian selatan, menurut koalisi ketua Saudi.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan bahwa korban luka mencakup tujuh penduduk negara Saudi, dua penduduk Mesir, satu penduduk Yaman, dan satu penduduk Pakistan.
Ia menuduh Houthi melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap area sipil dan menyatakan bahwa pasukan koalisi bakal terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi penduduk sipil.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah semakin terseretnya Yaman ke dalam bentrok antara AS-Israel dan Iran, di mana golongan Houthi nan didukung Iran meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah maupun negara tetangga, Arab Saudi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·