Houthi Serang Dua Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Ilustrasi kapal tanker minyak. Hussein Faleh/AFP Foto: HUSSEIN FALEH/AFP

Kelompok Houthi nan didukung Iran menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, Kamis (23/7). Serangan itu disebut sebagai bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi nan diumumkan Houthi beberapa hari sebelumnya.

Aksi tersebut terjadi ketika Iran juga menyatakan tetap menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi salah satu pintu utama pengedaran minyak dunia. Jika gangguan terjadi di Laut Merah dan Selat Hormuz secara bersamaan, pasokan daya dunia berpotensi semakin terganggu.

Houthi menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone. Target mereka adalah dua kapal tanker berjulukan Encelia dan Layla.

Seorang sumber keamanan maritim mengatakan Encelia sempat mengirim sinyal darurat setelah dilaporkan terkena rudal di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi, pada Rabu (22/7) malam. Sementara perusahaan manajemen akibat maritim Inggris, Vanguard, menyebut kapal berbendera Arab Saudi itu dihantam proyektil tak dikenal sekitar 70 mil laut di barat daya Al Shuqaiq.

Namun hingga sekarang belum ada konfirmasi independen mengenai klaim serangan terhadap kapal Layla, demikian dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok nan menguasai sebagian wilayah Yaman di sekitar Selat Bab el-Mandeb itu menyatakan bakal menghalang pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan di Saudi.

Atas peristiwa ini info pelayaran menunjukkan sedikitnya lima kapal tanker mengubah rute untuk menghindari Selat Bab el-Mandeb pada Rabu (22/7). Sementara tiga kapal tanker nan membawa minyak Saudi menuju China dan India dilaporkan berbalik arah sehari sebelumnya.

Selama ini, jutaan barel minyak Saudi dikirim menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz nan tetap ditutup oleh Iran. Apabila jalur Bab el-Mandeb juga terganggu, kapal-kapal kudu berlayar melalui Terusan Suez, sehingga waktu pengiriman dan biaya logistik meningkat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan