Houthi Bantah akan Kenakan Tarif Kapal di Selat Bab al-Mandab, Jalur Tetap Gratis

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Houthi Bantah bakal Kenakan Tarif Kapal di Selat Bab al-Mandab, Jalur Tetap Gratis Selat Bab al-Mandab, Yaman.(Google Maps)

KELOMPOK Kelompok Houthi di Yaman membantah laporan nan menyebut mereka berencana mengenakan tarif kepada kapal-kapal komersial nan melintasi Selat Bab al-Mandab. Dalam pernyataan nan dirilis pada Sabtu (1/8), Houthi menyampaikan bahwa pelayaran melalui jalur strategis tersebut tetap dapat dilakukan tanpa biaya.

Pernyataan itu disampaikan melalui Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan alias Humanitarian Operations Coordination Center (HOCC), lembaga nan dikelola Houthi untuk mengoordinasikan komunikasi mengenai aktivitas pelayaran di kawasan.

HOCC menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada keputusan maupun rencana nan sedang dipertimbangkan untuk memberlakukan tarif transit bagi kapal nan melintasi Selat Bab al-Mandab. Menurut HOCC, jasa Safe Passage alias Jalur Aman nan disediakan kepada perusahaan pelayaran berkarakter sukarela dan tidak dipungut biaya.

Layanan tersebut bermaksud memberikan konfirmasi kepada kapal-kapal nan tidak termasuk dalam daftar embargo maritim Houthi sehingga dapat melintasi Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Teluk Aden, dan Laut Arab dengan lebih aman.

Pusat tersebut menjelaskan bahwa perusahaan pelayaran nan menginginkan kepastian status dapat mendaftarkan kapalnya. Namun, HOCC menegaskan bahwa kapal-kapal nan tidak menjadi sasaran embargo tetap dapat melintas meskipun tidak melakukan pendaftaran.

Selain itu, HOCC mengingatkan perusahaan pelayaran agar berhati-hati terhadap pihak-pihak nan mengatasnamakan lembaga tersebut untuk meminta pembayaran alias memperoleh info tertentu.

"Setiap perseorangan alias entitas nan meminta pembayaran duit sebagai hadiah atas pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab tidak mewakili pusat ini," kata HOCC.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian bumi terhadap keamanan jalur pelayaran di area Laut Merah. Sebelumnya, pada 20 Juli, Houthi mengumumkan larangan bagi kapal-kapal nan mempunyai keterkaitan dengan Arab Saudi untuk melintasi Laut Merah.

Kelompok itu menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons terhadap dugaan blokade nan dilakukan Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah nan berada di bawah kendali Houthi di Yaman.

Selat Bab al-Mandab sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia. Selat sempit ini menghubungkan Teluk Aden dengan bagian selatan Laut Merah dan menjadi rute utama perdagangan internasional serta pengedaran daya menuju dan dari Terusan Suez.

Konflik di Yaman telah berjalan sejak akhir 2014 ketika golongan Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu. Situasi tersebut kemudian memicu intervensi militer koalisi nan dipimpin Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman nan diakui secara internasional. (Fer/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia