Honda Merugi Untuk Pertama Kalinya Dalam 70 Tahun

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Honda mencatat kerugian tahunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa pada 1957 alias nyaris 70 tahun lalu. Kondisi ini terjadi setelah perusahaan menanggung beban besar akibat strategi kendaraan listrik (EV) nan sekarang mulai ditarik mundur.

Mengutip CNN, Jumat (15/5/2026), perusahaan otomotif asal Jepang itu membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen alias US$ 2,6 miliar namalain sekitar Rp 46 triliun pada tahun fiskal nan berhujung Maret 2026. Padahal setahun sebelumnya, Honda tetap mencatat untung hingga 1,2 triliun yen.

Kerugian besar ini dipicu biaya restrukturisasi upaya mobil listrik nan nilainya mencapai lebih dari US$ 9 miliar. Permintaan bakal kendaraan listrik juga tidak sekuat nan diperkirakan perusahaan. Honda mengakui total kerugian mengenai EV bisa mencapai 2,5 triliun yen dalam dua tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan kebijakan Amerika Serikat (AS) juga menjadi aspek nan menambah kerugiannya, termasuk penghapusan insentif pajak bagi konsumen AS nan membeli kendaraan listrik, dan pemberlakuan tarif.

Imbas tekanan tersebut, Honda memutuskan membatalkan sejumlah sasaran ambisius kendaraan listriknya.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan mencabut sasaran agar EV menyumbang 20% penjualan mobil baru pada 2030, sekaligus membatalkan rencana seluruh penjualan mobil Honda menjadi EV alias fuel-cell pada 2040.

Honda juga menghentikan sementara proyek besar senilai US$ 11 miliar di Kanada nan sebelumnya dirancang untuk memproduksi mobil listrik dan baterai. Selain itu, beberapa model EV nan direncanakan untuk pasar Amerika Utara ikut dibatalkan.

Mibe mengakui kondisi upaya otomotif Honda sedang berada dalam tekanan besar. "Kami di manajemen menanggapi kerugian ini dengan sangat serius. Kami kudu menghentikan kerugian ini dengan secepat mungkin" katanya.

"Ini adalah tonggak suram bagi Honda, tetapi bukan perihal nan mengejutkan," kata Danni Hewson, kepala kajian finansial di AJ Bell, mengutip dari BBC.

Meski upaya mobil terpukul, Honda tetap ditopang penjualan sepeda motor nan kuat, terutama di India dan Brasil. Honda apalagi menargetkan penjualan motor mencapai rekor baru 22,8 juta unit tahun ini.

Ke depan, Honda bakal mengalihkan konsentrasi ke mobil hybrid sembari tetap melanjutkan pengembangan teknologi EV secara lebih fleksibel. Perusahaan optimistis bisa kembali mencetak untung pada tahun fiskal berikutnya lewat efisiensi biaya dan kekuatan upaya motor.

(eds/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance