HNW Kecam Serangan Israel ke Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid, mengecam serangan Israel ke Lebanon di saat telah disepakatinya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyerukan bumi internasional untuk bertindak tegas untuk mengucilkan Israel dari pergaulan internasional, termasuk dengan mengeluarkan keanggotaannya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Serangan Israel nan makin massif dan menewaskan lebih dari 300 penduduk sipil di Lebanon itu justru dilakukan pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS baru saja disepakati atas prakarsa Pakistan. Serangan tersebut, selain menimbulkan banyak korban jiwa, juga membahayakan kelangsungan perjanjian gencatan senjata untuk perdamaian permanen nan diharapkan seluruh penduduk bumi nan terimbas dari ekses ekonomi dunia akibat invansi terhadap Iran," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Selain serangan terhadap Lebanon tersebut, Israel apalagi tetap terus melakukan penyerangan dan genosida terhadap masyarakat Palestina baik di Gaza maupun West Bank sesudah adanya BoP (Board of Peace). Kondisi terkini ketika gencatan senjata AS dan Iran mulai disepakati, apalagi Israel menembaki penduduk sipil di pengungsian dan membunuh wartawan Al Jazeera. Hal inimenambah daftar panjang wartawan nan telah dibunuh oleh Israel saat perdamaian/gencatan senjata disepakati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HNW sapaan akrabnya, mendukung Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez nan menyatakan langkah Israel nan dipimpin oleh Benjamin Netanyahu tersebut melanggar norma internasional dan sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Sehingga perlu adanya sikap tegas/keras dari bumi internasional, khususnya Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk menangguhkan perjanjian asosiasi apapun dengan Israel.

"Memang, sudah sepantasnya, tidak ada lagi impunitas bagi tindakan pidana melanggar norma internasional secara berkepanjangan sebagaimana didemonstrasikan Israel ini," tuturnya.

Lebih lanjut, HNW menuturkan apalagi bumi Arab-Islam, khususnya negara-negara Teluk juga perlu makin menyadari berbahayanya tindakan Israel tersebut bagi stabilitas area nan menjadi salah satu konsentrasi dari perjanjian gencatan senjata AS-Iran.

"Kita sudah memandang akibat dunia nan sangat luar biasa secara ekonomi akibat perang di Iran, selain korban jiwa dan prasarana nan rusak, tata bumi nan tidak lagi dihormati, dan sekarang gencatan senjata menuju perdamaian permanen tersebut coba dirusak oleh Israel dengan memprovokasi melalui serangan ke Lebanon juga ke Palestina," tukasnya.

HNW berambisi agar negara-negara Arab-Islam, termasuk sebagian negara-negara Teluk nan sudah terlanjur terbuai 'janji manis' Israel dengan melakukan normalisasi hubungan diplomatik nan dengan itu dapat membantu kemerdekaan Palestina, untuk segera mempertimbangkan ulang dan memutus hubungan diplomatik tersebut sebagaimana dilakukan oleh Afrika Selatan dan beberapa negara Amerika Latin.

"Israel dengan segala pelanggaran norma internasionalnya merupakan sumber masalah dari stabilitas area nan sangat berpengaruh pada stabilitas perekonomian dunia. Sudah sepantasnya tidak ada 'normalisasi' terhadap perilaku nan abnormal itu," ujarnya.

"Bila seruan PM Spanyol agar Uni Eropa menangguhkan perjanjiannya dengan Israel, dan sebagian negara-negara Arab-Islam nan sudah terlanjur 'menormalisasi' hubungan dengan Israel mengkoreksi dengan memutus kembali hubungan tersebut, maka Israel bakal semakin terkucilkan di bumi internasional akibat kejahatan-kejahatannya, dan norma internasional dapat ditegakkan, perdamaian nan diharapkan pun dapat diwujudkan," pungkasnya.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News