Hiu Ngamuk di Tetangga RI, Gigit Wanita di Tepi Pantai

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pantai Coogee di Sydney, Australia heboh. Hal ini usai serangan hiu ke visitor pekan lalu.

Sebenarnya otoritas sudah kembali membuka operasional pantai, Senin (15/6/2026). Namun 

pengawasan super ketat diberlakukan setelah sempat ditutup akibat kejadian tersebut.

Mengutip Reuters, otoritas mengerahkan patroli jet ski secara masif di sepanjang pantai. Drone pencari juga diperasikan guna menjamin keselamatan para wisatawan.

"Penjaga pantai kami bakal melanjutkan patroli jet ski sepanjang hari, dan Surf Life Saving NSW mengoperasikan drone pengintai hiu di Pantai Coogee," rilis resmi Dewan Kota Randwick mengenai upaya sterilisasi area pantai dari ancaman pemangsa.

Sebelumnya hiu menggigit seorang perenang wanita berumur 35 tahun. Kejadian ini terjadi tiga hingga empat meter dari bibir pantai, Sabtu pagi.

Korban menderita luka parah pada bagian lengan dan kaki kiri bawah. Ia saat ini dilaporkan tetap menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi stabil.

Aksi teror predator laut ini memicu lonjakan kekhawatiran psikologis bagi para masyarakat lokal serta visitor nan sering menghabiskan waktu di area pantai emas tersebut. Insiden akhir pekan kemarin tercatat sebagai rangkaian terbaru dari maraknya kasus serangan hiu fatal nan melanda beragam wilayah pesisir pantai Australia dalam beberapa bulan terakhir.

Data dari Australian Shark Incident Database menunjukkan kenaikan kasus secara bertahap, dengan rata-rata 29 kejadian per tahun selama dasawarsa terakhir. Menurut kajian dari intelektual maritim Leonardo Guida, kejadian peningkatan serangan ini dipicu oleh aspek pertumbuhan populasi manusia serta akibat nyata dari perubahan suasana dunia.

"Perubahan suasana mengubah langkah kerja samudra kita, menyebabkan air laut menjadi lebih hangat sehingga memicu peningkatan intensitas penduduk untuk berenang sekaligus mengubah pola pergerakan hiu," jelas Guida mengenai hubungan rusaknya ekosistem laut dengan agresivitas satwa liar.

Tragedi ini juga kembali memicu perdebatan politik nan sangat sengit di internal pemerintahan Australia mengenai opsi pemusnahan massal (culling) populasi hiu penyerang. Mantan Perdana Menteri (PM) konservatif Tony Abbott secara terbuka mendesak agar pemerintah segera mengesahkan izin pemusnahan hiu putih demi melindungi keselamatan nyawa para perenang di pantai.

"Sangat salah jika kita tidak memusnahkan hiu setelah terjadinya serangan," tegas Abbott memberikan opini kerasnya melalui sebuah rekaman video nan diunggah secara resmi di laman FB pribadinya.

Namun, usulan pemusnahan massal tersebut ditolak keras oleh kalangan akademisi lantaran dinilai tidak bakal memberikan perubahan nan signifikan bagi keamanan ekosistem. Profesor Emeritus Rob Harcourt menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi modern jauh lebih efektif dan manusiawi untuk memprediksi kehadiran hiu daripada melakukan pembantaian satwa laut nan dilindungi norma tersebut.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News