Hipertensi & Diabetes Dominasi Kasus JKN di Madiun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Hipertensi & Diabetes Dominasi Kasus JKN di Madiun BPJS Kesehatan Madiun mencatat hipertensi dan glukosuria sebagai penyakit terbanyak.(Dok. Media Indonesia)

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun mencatat penyakit hipertensi dan diabetes melitus sebagai kasus terbanyak nan ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tren ini menjadi perhatian serius lantaran kedua penyakit kronis tersebut mulai banyak menyerang golongan usia muda.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengungkapkan bahwa pemeriksaan hipertensi dan glukosuria terus mendominasi dari tahun ke tahun. Selain kedua penyakit tersebut, kasus penyakit jantung juga sering ditemukan di beragam akomodasi kesehatan di wilayah kerja Madiun.

"Ini menjadi awareness bagi masyarakat lantaran sekarang dua penyakit ini sudah semakin menyerang usia nan lebih muda," ujar Wahyu dalam Forum Komunikasi berbareng Pemerintah Kota Madiun, Selasa (2/6).

Wahyu menekankan pentingnya pola hidup sehat sejak awal untuk mencegah komplikasi fatal. Menurutnya, gangguan pembuluh darah jantung sering kali berasal dari kondisi hipertensi, diabetes, maupun kadar kolesterol nan tidak terkendali.

Program Prolanis dan Fokus Usia Muda

Sebagai langkah mitigasi, BPJS Kesehatan mengoptimalkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program ini merupakan jasa kesehatan proaktif nan mengintegrasikan peran peserta, akomodasi kesehatan, dan BPJS Kesehatan, khususnya bagi penderita glukosuria melitus jenis 2 dan hipertensi.

Data BPJS Kesehatan Cabang Madiun menunjukkan jumlah peserta Prolanis saat ini mencapai:

  • Penderita Hipertensi: 14.201 peserta.
  • Penderita Diabetes: 12.785 peserta.

Para peserta tersebut tersebar di sekitar 6.000 klub Prolanis nan mencakup wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Kabupaten Ponorogo. Wahyu memprediksi jumlah kasus ini tetap berpotensi bertambah.

Menariknya, BPJS Kesehatan sekarang menghadirkan "Prolanis Muda" nan secara unik menyasar penderita hipertensi dan glukosuria di bawah usia 45 tahun. Melalui penemuan ini, peserta mendapatkan edukasi kesehatan, pendampingan aktivitas fisik, serta pemantauan kondisi kesehatan rutin setiap bulan.

"Tujuan dari Prolanis Muda ini adalah agar penyakit hipertensi dan glukosuria dapat terkendali, sehingga akibat komplikasi dapat dicegah sedini mungkin," pungkas Wahyu. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia