Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |14:28 WIB

Kelapa menjadi salah satu komoditas strategis nan siap dihilirisasi. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan hilirisasi tiga komoditas strategis, ialah kelapa, gambir, dan crude palm oil (CPO), berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga Rp15.000 triliun bagi perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai komitmen pemerintah dalam mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar tidak lagi diekspor dalam corak mentah, melainkan diolah guna memberikan faedah maksimal bagi masyarakat.
“Seluruh kekayaan kita kudu dihilirisasi. Jangan ekspor mentah. Nilai tambahnya kudu untuk rakyat,” ujarnya saat memberikan pengarahan pada Leadership Camp ASN Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sulawesi Selatan, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pada komoditas kelapa, kesempatan hilirisasi semakin terbuka lebar seiring pergeseran pola konsumsi pangan global. Salah satunya terjadi di China nan mulai beranjak dari susu hewani, seperti susu sapi dan kambing, ke susu nabati berbasis kelapa alias coconut milk.
“Ini coconut milk. Ada pergeseran konsumsi pangan di China, dari susu sapi dan kambing bergeser ke susu berbasis kelapa. Total potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” kata Mentan Amran.
Selain kelapa, Amran juga menyoroti komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen bahan baku gambir dunia, namun proses pengolahan lanjutan tetap banyak dilakukan di luar negeri.
“Gambir kita diekspor ke India, lampau dijual kembali oleh India ke Amerika. Potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” katanya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·