Hilirisasi Batu Bara untuk Pangan, RI Siapkan Pabrik 10.000 ton/Tahun

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi kalium humat dengan kapabilitas 10.000 ton per tahun. Hal itu menjadi strategi hilirisasi perusahaan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pembenah tanah (soil conditioner).

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan hasil kerjasama riset dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia menyebut produk tersebut bisa meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas batu bara.

"Produk ini berfaedah sebagai soil conditioner nan bisa meningkatkan kesuburan tanah. Produk ini tentunya mempunyai nilai tambah nan sangat signifikan hingga mencapai 29 kali dibandingkan batu bara mentah," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (15/4/2026).

Kalium humat nan diproduksi PTBA ditargetkan menjadi solusi bagi sektor pertanian untuk memperbaiki kualitas lahan di beragam wilayah. Proyek tersebut juga sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan dan daya nasional.

"Melalui hilirisasi ini kami berkomitmen mendukung penerapan Asta Cita pemerintah khususnya dalam memperkuat ketahanan daya dan pangan nasional," imbuhnya.

Meluasnya cakupan upaya PTBA tersebut sebagai penanda pergeseran konsentrasi perusahaan dari sekadar produsen daya menjadi penyedia bahan baku industri berbobot tinggi. Selain untuk sektor pangan, PTBA juga telah menyusun pohon industri batu bara untuk dikembangkan menjadi beragam produk kimia strategis lainnya.

"Batu bara tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar, tetapi juga dapat diolah menjadi beragam produk kimia dan daya nan berbobot tinggi. Sebagai bahan baku industri strategis hingga nantinya kita harapkan memberikan nilai tambah nan berkepanjangan bagi perekonomian nasional," tandasnya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News