Heboh Warga Desa di Humbahas Diteror OTK, 13 Rumah dan Belasan Kendaraan Dirusak

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Polisi turun ke letak tempat kejadian perkara (TKP) kerusakan rumah penduduk dan belasan kendaraan, Humbahas, Sumut, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. Polres Humbahas

Warga Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada Sabtu (12/9) malam, dihebohkan dengan teror orang tak dikenal (OTK)

Pelaku melempari dan merusak 13 rumah warga. Selain itu, pelaku juga merusak belasan kendaraan.

Kasi Humas Polres Humbahas, Bripda Jafar Simanjuntak, membenarkan peristiwa perusakan tersebut.

"Peristiwa tersebut betul terjadi pada hari Sabtu, tanggal 12 September 2026, pukul 08.00 WIB," kata Jafar saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Diduga Terkait Sengketa Lahan

Jafar mengatakan peristiwa tersebut diduga berasal dari sengketa lahan antara dua kelompok, ialah Raja Bius Manullang dan Opung Patar Munte.

Kelompok Raja Bius Manullang diketahui mempunyai gubuk di lahan sengketa tersebut. Mereka kemudian menduga gubuk itu dibakar oleh golongan Opung Patar Munte. Namun, polisi belum mengetahui siapa pelaku pembakaran.

"Permasalahan mereka ini memang sudah ada sebelumnya masalah kepemilikan lahan. Kemudian, dari pihak Manullang ada mendirikan satu gubuk di wilayah sengketa ini. Jadi, hari Sabtu kemarin itu diketahui bahwasanya gubuk tersebut terbakar. Jadi, siapa nan bakar, kita enggak tahu lah. Namun dari pihak keturunan Raja Bius Manullang menganggap nan membakar itu dari pihak Opung Patar Munte," ujar Jafar.

Setelah mengetahui gubuk tersebut terbakar, golongan Raja Bius Manullang diduga emosi hingga terjadi perusakan di Desa Matiti. Massa kemudian berdatangan dengan jumlah sekitar 100 hingga 150 orang.

Namun, polisi belum mengetahui identitas pelaku perusakan, termasuk apakah mereka berasal dari golongan Raja Bius Manullang alias pihak lain. Polisi tetap menyebut pelaku sebagai OTK.

Polisi turun ke letak tempat kejadian perkara (TKP) kerusakan rumah penduduk dan belasan kendaraan, Humbahas, Sumut, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. Polres Humbahas

"Sekitar 100-150 orang gitu. Cuma untuk pelakunya kita kan enggak tahu. Itu kan massa bisa saja nan ikut kumpul-kumpul ikut ngelihat kan gitu," ucap Jafar.

"Iya (OTK). Kemudian nan melakukan perusakan juga kita belum tahu dari pihak Manullang alias OTK lah. Kan enggak tahu kita itu, lantaran ini kan tetap dalam penyelidikan," sambung Jafar.

Akibat peristiwa tersebut, 13 rumah warga, satu gedung Resto Gracia, tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan roda enam, dan tujuh kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

8 Warga Terluka

Selain itu, delapan orang mengalami luka-luka.

"Sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka," imbuh Jafar.

Pihak korban telah membikin laporan kepada kepolisian. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa korban dan para saksi.

"Laporan tersebut telah ditindaklanjuti, dan saat ini korban serta para saksi sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan," tutur Jafar.

Polres Humbahas juga telah mengamankan satu orang nan diduga melawan petugas saat pembubaran massa dengan langkah melempar petugas.

Selain itu, polisi melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan. Polisi juga melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan kedua belah pihak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan