Heboh 'Pocong' Keliling hingga Bergolok Ternyata Kabar Bohong

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Beberapa hari belakangan penduduk Tangerang Raya dan Jakarta dihebohkan rumor 'pocong' keliling hingga 'pocong' bergolok. Kemunculan pocong itu rupanya hanya berita bohong. Begini penelusuran polisi.

Dirangkum detikcom, Jumat (22/5/2026), kehebohan mengenai pocong di wilayah Tangerang ini sudah bergulir sejak awal pekan ini. Dalam salah satu unggahan di media sosial, disebutkan adanya rumor teror pocong di Tangerang, khususnya di Kecamatan Rajeg.

Dalam narasi nan beredar, sosok menyerupai pocong itu diduga bukan kejadian mistis, melainkan modus tindak kriminal. Pelaku disebut sengaja menyamar untuk menakuti penunggu rumah agar panik dan membuka pintu.

Disebutkan, setelah pintu dibuka, pelaku bakal melancarkan tindakan pidana seperti perampokan. Menanggapi unggahan tersebut, polisi meminta masyarakat tetap tenang tapi waspada.

"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap info nan belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan berita nan belum jelas kebenarannya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Selasa (19/5).

Polresta Tangerang kemudian mengecek letak nan disebut menjadi tempat munculnya teror pocong di Kecamatan Rajeg. Polisi telah mengecek di sekitar letak dimaksud, tapi hasilnya nihil.

"Ya, sampai saat ini belum ditemukan. Kami tetap melakukan pendalaman lantaran belum ada laporan resmi nan masuk alias disampaikan kepada pihak kepolisian mengenai kejadian tersebut," ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara, Rabu (20/5).

Menurut Sandro, info mengenai teror pocong tersebut baru sebatas unggahan di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi juga tetap mendalami motif di kembali penyebaran info tersebut.

"Makanya tetap kami dalami," katanya.

Isu 'Pocong' Keliling

Kehebongan perihal pocong juga sampai ke area Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Isu soal adanya 'pocong' keliling di wilayah Ciputat Timur ini beredar di thread. Sejumlah warganet mengaku memandang penampakan pocong tersebut.

Beberapa warganet mengaku memandang penampakan pocong tersebut di Jalan Haji Gadung Raya. Si warganet ini malah mengaku memandang penampakan 2 sampai 3 'pocong' sedang duduk-duduk.

Ada juga nan mengaku memandang 'pocong' di dekat kosnya di wilayah Ciputat Timur, tepatnya dekat Komplek Pertamina. Kabar nan tersebar di thread ini membikin resah warga.

Cerita tersebut menyebar luas dengan cepat. Polisi nan mendapatkan info mengenai kemunculan 'pocong' ini bergerak mengecek ke letak nan dimaksud.

"Kami sudah turun dan menemui beberapa masyarakat di sekitar lokasi, rumor pocong itu tidak ada," kata Bambang, saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5).

Bambang memastikan tidak ada pocong alias sosok hantu di wilayah tersebut. Hasil penelusuran polisi, 'pocong' itu adalah pengamen nan sedang cosplay.

"Jadi tidak ada pocong, nan ada adalah pengamen nan cosplay jadi pocong," katanya.

Bambang menambahkan pihaknya juga bakal memintai penjelasan kepada pemilik akun nan pertama kali menyebarkan rumor tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat menyaring info sebelum menyebarluaskan di media sosial.

"Cek dulu kebenarannya sebelum menyebar isu," tuturnya.

Bambang mengatakan rumor tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran di masyarakat. Ia juga berambisi agar masyarakat tidak mudah termakan rumor nan belum jelas kebenarannya.

'Pocong' Beli Minuman ke Warung

Salah seorang penjaga warung kelontong berjulukan Nur membenarkan adanya pengamen cosplay jadi pocong nan bikin gempar itu. Nur juga mengakui pengamen 'pocong' itu pernah berbelanja di warungnya.

"Iya, ada dua orang. (Mereka) nggak ngapa-ngapain, hanya beli minuman," kata Nur dalam video nan dibagikan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq.

Nur mengatakan pengamen cosplay pocong itu beberapa kali mampir ke warung pada malam hari. Tapi, pengamen pocong ini tidak mengganggu dan hanya beristirahat di warungnya itu.

"Mereka hanya nongkrong aja di situ (samping warung, red). Istirahat saja di situ, iya (pakai kostum) pocong. Cuma beli minuman aja, nggak ngapa-ngapain," jelasnya.

"Sudah tiga kali ke sini, terakhir malam apa saya lupa, ada sekitar 3 hari nan lalu," ungkap Nur.

Kesaksian serupa juga datang dari Sani, seorang pedagang di Kompleks Pertamina. Sani mengetahui bahwa 'pocong' nan bikin gempar itu adalah pengamen cosplay.

"Saya pernah memandang pengamen nan menggunakan kostum pocong sekitar 2-4 orang," kata Sani.

Hoax Pocong Bergolok

Polisi juga menerima info adanya 'pocong' bergolok nan diterima langsung melalui hotline Polsek Pamulang. Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan info tersebut disampaikan oleh seseorang melalui hotline Polsek Ciputat Timur, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Ada seseorang lapor ke hotline, katanya dia menerima info dari temannya bahwa 'pocong' lagi beredar di lapangan bola Jalan Cempaka Raya, Rengas, Kecamatan Ciputat Timur," kata Bambang, dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Bambang menyampaikan, dalam laporan tersebut, si pelapor mengaku meneruskan info dari temannya bahwa 'pocong' itu membawa golok. Informasi nan diterima si pelapor dari temannya, bahwa sudah ada korban akibat ulah 'pocong' tersebut.

"Laporannya itu dia menyampaikan info katanya dari temannya, bahwa 'pocong' itu modus begal, sudah ada kena bacok meski hanya goresan saja. Itu dia juga katanya temannya, bukan dia sendiri nan mengalami," jelasnya.

Polisi kemudian menelusuri info tersebut dengan mendatangi lokasi. Namun, setelah dicek, polisi tidak menemukan adanya 'pocong' dimaksud.

"Sudah dicek ke TKP nihil, penduduk sekitar juga kita tanyai tidak ada nan memandang 'pocong'," kata Bambang.

Saat polisi hendak mengkonfirmasi kembali soal info tersebut, sayangnya nomor ponsel si pelapor sudah tidak aktif.

"Nomornya sudah tidak aktif," tuturnya.

Merespons maraknya rumor soal 'pocong', Bambang mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan info nan tersebar di media sosial. Masyarakat diimbau untuk bijak menggunakan media sosial.

"Jangan menyebar hoax untuk membikin resah masyarakat dan masyarakat juga kami imbau untuk tidak langsung percaya info di media sosial. Check dan recheck kembali faktanya," pungkasnya.

Isu Kemunculan 'Pocong' Sampai ke Jakbar

Di wilayah Jakarta juga mencuat mengenai kemunculan 'pocong'. Kabar adanya teror 'pocong' jadi-jadian sebagai modus pidana juga muncul di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).

Isu tersebut beredar di media sosial. Foto penampakan 'pocong' diunggah pengguna media sosial menyebut kemunculan sosok berkain putih itu muncul di depan rumah neneknya.

Tidak dijelaskan kapan foto 'pocong' itu diambil. Narasi di media sosial hanya menyebut 'pocong' itu muncul di Kalideres, Jakarta Barat.

Masih dalam narasi nan beredar, muncul dugaan tindakan teror pocong tersebut menjadi modus kejahatan, ialah pencurian, perampokan, dan menakut-nakuti warga.

Diminta konfirmasi, Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pihaknya tengah menelusuri berita tersebut. Rihold menyebut sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan polisi.

"Masih kita selidiki dulu. Belum ada (laporan kerugian), ujar Kompol Rihold saat dihubungi wartawan, Kamis (21/5).

Dia mengatakan saat ini pihaknya tetap menelusuri kebenaran info tersebut. Anggota kepolisian tengah menelusuri perihal tersebut.

"Masih kita pastikan dulu. Anggota tetap telusuri di lapangan," tuturnya.

Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, polisi memastikan rumor 'pocong' jadi-jadian di Jakbar tak betul alias hoax.

"Kita udah cek melalui bhabinkamtibmas kita, unit reskrim. nan disampaikan nan di medsosnya itu, nggak ada kejadian seperti itu," ujar Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang kepada wartawan, Kamis (21/5).

Rihold mengatakan penduduk setempat telah mendapat info mengenai merebaknya rumor pidana modus 'pocong'. Namun, setelah ditelusuri, info tersebut adalah hoax.

"Memang penduduk di situ (Kalideres) juga udah dapat info kayak seperti Tangerang, di tempat-tempat lain ada seperti itu katanya, tetap simpang siur. Hoaks," ucapnya.

Rihold mengimbau penduduk tidak mudah percaya pada info nan belum tentu kebenarannya.

"Ya, imbauannya untuk penduduk ya jangan mudah percaya berita-berita nan di medsos kan jika belum dikonfirmasi ke sumbernya," tutupnya.

(lir/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News