Jakarta, CNBC Indonesia - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) buka bunyi soal gempar soal KA Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) disiapkan untuk menjadi KRL pink line alias dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok.
VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda mengungkapkan secara singkat bahwa perihal tersebut tetap dalam pembahasan.
"Saat ini tetap dalam pembahasan. Nanti kami bakal pembaruan kepastian dan rilisnya," ungkap Karina kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/9/2026).
Sebelumnya muncul berita nan menyebut KA Bandara Soetta disiapkan untuk melayani KRL jalur Priok-Kota. Dari sejumlah video nan beredar, terlihat sarana persediaan KA Bandara Soetta tengah melakukan pengecekan lintasan pada rute Jakarta Kota-Tanjung Priok.
Sementara itu, 2 rangkaian KRL Commuter Line seri Tokyo Metro nan biasa melayani Jakarta Kota-Tanjung Priok nantinya bakal dipindah ke rute Jakarta Kota-Bogor.
KCI memang tengah kekurangan armada di jalur Jakarta Kota-Bogor alias Red Line. Ini disebabkan lantaran ada 7 rangkaian KRL baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA nan tiba-tiba kudu masuk bengkel untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Langkah ini dilakukan PT KAI Commuter Indonesia (KCI) berbareng INKA terhadap KRL seri iE305.
Pemeriksaan tersebut dimulai sejak 7 September 2026, dan untuk sementara dijadwalkan berjalan hingga akhir bulan ini. Imbasnya, KCI kudu melakukan penyesuaian terhadap sejumlah perjalanan Commuter Line alias KRL, khususnya di lintas Bogor.
PT Railink meluncurkan Kereta Api (KA) Bandara Premium dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dengan tarif murah, Jakarta, Kamis (1/4/2021). KA Bandara dibandrol mulai dari Rp 5 ribu per penumpang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: PT Railink meluncurkan Kereta Api (KA) Bandara Premium dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dengan tarif murah, Jakarta, Kamis (1/4/2021). KA Bandara dibandrol mulai dari Rp 5 ribu per penumpang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Kami, KCI lagi berbareng INKA sedang melakukan general check up untuk KRL seri iE305 nan diproduksi INKA, mulai tanggal 7 (September) kemarin," kata Karina.
Karina menjelaskan, pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap satu rangkaian. Sebanyak tujuh train set KRL iE305 dijadwalkan menjalani general check up secara bertahap.
"Untuk sementara ini kita jadwalkan lantaran ada total tujuh train set, jadi dimulai tanggal 7 sampai dengan tanggal 30 September 2026, sementara ini," ujarnya.
Masuknya tujuh rangkaian KRL produksi INKA ke masa pemeriksaan membikin KCI perlu mengatur ulang pola perjalanan Commuter Line. Dari sisi operasional, terdapat 17 perjalanan nan mengalami penyesuaian dan seluruhnya berada di lintas Bogor.
"Iya, jadi dengan general check up nan dilakukan terhadap tujuh trainset, kemudian kami melakukan penyesuaian agenda perjalanan Commuter Line (KRL), sehingga untuk saat ini dari 17 perjalanan terjadi penyesuaian, memang tetap seluruhnya di lintas Bogor Line," ungkap dia.
Penyesuaian tersebut turut membikin jumlah perjalanan KRL nan dijalankan KCI pada hari kerja berkurang selama masa pemeriksaan.
Sebelum general check up dimulai, KCI mengoperasikan sebanyak 1.065 perjalanan per hari pada hari kerja. Namun, jumlah tersebut menjadi 1.048 perjalanan per hari selama tujuh train set KRL produksi INKA menjalani pemeriksaan.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·