Heboh Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa Hukum UI, Rektor Buka Suara

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Sebuah tangkapan layar grup chat nan berisikan percakapan mesum diduga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) viral di media sosial. Rektor UI Heri Hermansyah buka suara.

Dari tangkapan layar nan beredar seperti dilihat, Senin (13/4/2026), terlihat percakapan bersuara pelecehan seksual dari beberapa orang nan diduga mahasiswa Fakultas Hukum UI. Di grup tersebut, mereka menyinggung-nyinggung mahasiswi lain.

Heri angkat bicara mengenai kehebohan ini. Ia memastikan bakal memonitor berjalanannya kasus ini di Fakultas Hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya baru mendengarnya tadi malam ya dan saya udah tanya ke dekannya lagi menunggu respons. Tetapi saya juga perhatikan di beragam media, dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya. Jadi kelak kita direktorat bakal monitor gimana penanganan di fakultas. Sama-sama kita monitor ya, kita musuh pelecehan seksual," jelas Heri.

Dilihat dari akun IG Fakultas Hukum UI (@fakultashukumui), disebutkan pihak fakultas sudah menerima laporan mengenai grup chat tersebut. Fakultas mengecam keras tindakan tersebut.

"Fakultas mengecam keras segala corak perilaku nan merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai norma dan etika akademik," pernyataan Fakultas Hukum UI.

Saat ini, Fakultas Hukum UI tengah melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius, cermat, dan menyeluruh. Proses ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keadilan.

"Apabila ditemukan pelanggaran, termasuk nan berpotensi melanggar norma pidana, Fakultas bakal mengambil langkah tegas sesuai ketentuan nan bertindak serta berkoordinasi dengan pihak berwenang," lanjutnya.

Fakultas Hukum UI menegaskan keselamatan dan kenyamanan seluruh sivitas akademika merupakan prioritas utama. Saluran pelaporan nan kondusif serta support nan diperlukan tersedia bagi pihak nan membutuhkan.

Untuk keperluan tersebut, dapat menghubungi Manajer Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas sebagai narahubung. "Kami membujuk seluruh pihak untuk menahan diri, tidak menyebarluaskan info nan belum terverifikasi, serta menghormati proses nan sedang berlangsung," pungkasnya.

(isa/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News