Heboh Bom Sisa Perang Dunia Ditemukan di Kota Ambon, Dievakuasi Brimob

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Bom peninggalan Perang Dunia ditemukan penduduk di depan Percetakan Mitra Sentra Ambon, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Senin (27/7/2026). Aparat berkuasa segera mengamankan letak dan melakukan penanganan lebih lanjut. Foto: Dok. Istimewa

Warga Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dihebohkan dengan penemuan sebuah barang nan diduga peledak pesawat peninggalan perang jenis KAAKAA-120 di depan salah satu rumah warga, Senin (27/7).

Merespons laporan tersebut, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku langsung diterjunkan ke letak untuk melakukan sterilisasi, identifikasi, dan pemindahan sesuai prosedur penanganan bahan peledak.

Berdasarkan hasil kajian Operator Bomb Data Regional (BDR), barang nan ditemukan merupakan bagian dari peledak pesawat jenis KAAKAA-120 nan telah terpotong dan hanya menyisakan bagian ekor serta sebagian badan bom.

Hasil identifikasi menunjukkan panjang keseluruhan barang sekitar 174 sentimeter, dengan panjang ekor sekitar 100 sentimeter dan diameter sekitar 42 sentimeter.

Meski secara bentuk merupakan Unexploded Ordnance (UXO) alias amunisi nan tidak meledak, hasil pemeriksaan memastikan peledak tersebut sudah tidak aktif sehingga tidak lagi membahayakan.

"Hasil kajian memastikan barang tersebut merupakan UXO alias peledak peninggalan masa perang nan sudah tidak aktif. Meski demikian, seluruh tahapan penanganan tetap dilakukan secara ahli lantaran setiap dugaan bahan peledak kudu diperlakukan sebagai ancaman sampai dipastikan aman," kata Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol. Tesy Purnanto kepada wartawan.

Sebagai langkah antisipasi, Tim Jibom tetap melakukan sterilisasi menyeluruh di sekitar letak hingga pukul 11.45 WIT guna memastikan tidak ada barang rawan lain nan berpotensi menakut-nakuti keselamatan masyarakat.

Selanjutnya, barang tersebut diamankan dan diserahkan kepada Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk kepentingan pengamanan dan pendataan.

Tesy mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka barang nan menyerupai bom, granat, mortir, maupun amunisi.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka barang nan menyerupai bom, granat, mortir, maupun amunisi. Segera jauhi letak dan laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel nan mempunyai kompetensi khusus," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan