Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memperingati Hari Lahir ke-125 Presiden Soekarno nan jatuh pada hari ini, Sabtu (6/6). Ia menjelaskan, melalui pidato dan pemikirannya, Bung Karno sedang berjuang membebaskan rakyat Indonesia dan umat manusia dari beragam belenggu penjajahan.
"Melalui pidato Indonesia Menggugat, Mencapai Indonesia Merdeka, dan Lahirnya Pancasila, serta pemikiran geopolitik Bung Karno nan tercermin dari penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, Conference of the New Emerging Forces, Konferensi Islam Asia Afrika, Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing, hingga pendapat revolusioner mengubah tata bumi agar bebas dari Nekolim melalui To Build The World A New, Bung Karno berjuang membebaskan rakyat Indonesia dan umat manusia dari beragam belenggu penjajahan," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).
Hasto menegaskan, segala pemikiran, angan dan cita-cita nan diharapkan oleh Bapak Proklamator Indonesia itu lahir dari semangat dan narasi pembebasan.
"Peringatan hari Lahirnya Bung Karno ke 125 tahun ini sangatlah krusial guna memahami Bung Karno nan lahir di tengah pasang naik revolusi kemanusiaan melalui perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maknanya, beragam corak penindasan dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan kudu dihapuskan agar muncul keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Hasto menjelaskan, salah satu nan menjadi sorotan adalah keadilan dalam bagian norma dan ekonomi nan menurutnya sangat mendesak untuk diwujudkan.
"Melemahnya rupiah, turunnya indeks nilai saham, dan geliat sektor riil nan mengalami tekanan, serta beragam kasus korupsi atas kebijakan populis adalah buah tata kelola negara nan tidak melangkah baik. Dikombinasikan dengan tidak adanya supremasi norma melahirkan krisis kepercayaan nan ditanggapi negatif oleh pasar. Tanpa norma nan berkeadilan tidak bakal ada kepastian. Apalagi ketika norma menjadi perangkat kekuasaan. Tanpa supremasi norma terciptalah kolonialisme style baru," ucap dia.
Melalui pidato Indonesia Menggugat, Hasto menjelaskan, Bung Karno menegaskan bahwa nan dilawan rakyat Indonesia bukanlah orang-orang Belanda, melainkan suatu nafsu nan menghisap dan menyengsarakan.
"Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa nan kuat untuk menghadapi sistem nan melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa. Itulah api perjuangan Bung Karno nan kudu terus dinyalakan," ucapnya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·