JAKARTA – Aula Simfonia Jakarta menjadi saksi sebuah pergelaran musik kolosal nan berhistoris pada Minggu (6/09/2026) malam. Dipimpin langsung oleh maestro Addie MS, konser "Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert" sukses besar dan meraih standing ovation panjang dari ribuan penonton nan memadati ruang Gedung konser nan berlokasi di Kemayoran itu.
Pergelaran megah ini, nan dipersembahkan oleh Adinda Bakrie Foundation dan didukung oleh PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menandai puncak seremoni 35 tahun kiprah gemilang Twilite Orchestra di kancah musik simfonik Indonesia.
Konser ini mempersembahkan karya-karya legendaris nan menjadi repertoar Twilite Orchestra dari sejak berdirinya hingga saat ini dengan didukung oleh kekuatan monumental 200 penyanyi dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, UHAMKA Choir dan PSM Universitas Mercu Buana. Hadir menyempurnakan aktivitas ini adalah penampilan mempesona dari penyanyi soprano Sidney Opera House Meechot Marrero dan penyanyi tenor kenamaan Indonesia Oswin Wilke.
Program konser dirancang dengan apik dalam dua babak. Babak pertama sukses membangkitkan semangat nasionalisme, dibuka dengan "Indonesia Raya", dan dilanjutkan dengan karya klasik “Die Fledermaus Overture”, lampau karya musikal nan sangat terkenal “The Phantom of the Opera”.
Kemudian penampilan magis harpis Rama Widi dalam karya “Fantasia Nusantara untuk Solo Harpa dan Orkestra” sangat memukau penonton, dan dilanjutkan oleh melodi bagus nan menyentuh hati lagu “Padre” buatan Adinda A. Bakrie untuk ayahnya. Babak pertama pun ditutup oleh musik dari movie “Star Wars”.
Memasuki babak kedua, dibuka dengan musik dari video game Final Fantasy nan berjudul “Liberi Fatali” dan dilanjutkan dengan karya-karya operatik seperti “Nessun dorma” nan dinyanyikan begitu dramatis oleh Oswin Wilke, serta aria-aria “O mio babbino caro” dan “Sempre libera” nan ditampilkan apik begitu bagus oleh Meechot Marrero. Babak kedua diakhiri dengan lagu “Libiamo ne’lietti calici” nan dibawakan secara duet Meechot Marrero dan Oswin Wilke disertai chorus paduan bunyi nan menggetarkan seluruh aula. Para penonton pun memberikan sambutan nan riuh penuh kekaguman.
Dalam sambutannya di atas panggung, Addie MS mengungkapkan rasa haru dan syukurnya. "Twilite Orchestra didirikan oleh Bapak Indra Usmansjah Bakrie, Almarhum Oddie Agam, dan saya. Malam ini begitu spesial bagi saya, merayakan 35 tahun Twilite Orchestra nan jatuh pada 8 Juni 1991 dan menjadi orkes simfonik terlama di Indonesia." ujar Addie.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·