Ilustrasi(magnific)
PERINGATAN Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) nan jatuh setiap 10 Agustus menjadi momentum krusial untuk mempertegas peran hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan tidak hanya berfaedah menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi kunci keberlanjutan energi terbarukan, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr. Nyoto Santoso, menjelaskan bahwa kesiapan sumber daya air sangat berjuntai pada proses ekologis dan hidrologis di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS). Dalam siklus ini, ekosistem rimba memegang peranan vital dalam menentukan kualitas dan jumlah air nan dihasilkan.
"Semakin luas tutupan rimba dan semakin baik kualitasnya, maka sumber daya air nan tersimpan dalam ekosistem rimba bakal semakin melimpah," ujar Dr. Nyoto.
Ia memaparkan bahwa vegetasi nan rapat di wilayah DAS berfaedah menyerap curah hujan ke dalam tanah menjadi air tanah sekaligus menghalang aliran permukaan (run-off). Dengan demikian, rimba nan terjaga secara optimal bisa menjalankan fungsinya sebagai penyedia air nan stabil bagi kebutuhan manusia dan industri.
Ancaman Degradasi Hutan terhadap Energi
Sebaliknya, kerusakan alias degradasi rimba di wilayah hulu berakibat langsung pada ketahanan daya nasional. Dr. Nyoto memperingatkan bahwa kondisi rimba nan jelek menyebabkan debit aliran air menjadi tidak stabil. Saat musim kemarau, pasokan air dapat turun drastis, nan berujung pada penurunan performa pembangkit listrik.
"Kemampuan daya kinetik aliran air dalam menggerakkan turbin PLTA bakal menurun, nan berfaedah produksi daya listrik nan dihasilkan juga bakal berkurang," jelasnya.
Selain menakut-nakuti sektor energi, kerusakan rimba memicu rantai masalah lingkungan lainnya. Berikut adalah akibat utama dari degradasi rimba di wilayah hulu:
| Energi | Penurunan produksi listrik PLTA akibat debit air tidak stabil. |
| Bencana Alam | Peningkatan akibat erosi tanah dan banjir saat musim hujan. |
| Ekosistem | Penurunan kualitas kediaman biodiversitas dan hilangnya jasa lingkungan. |
| Sosial Ekonomi | Berkurangnya kesiapan pangan alami, obat-obatan, dan air bersih. |
Kolaborasi Lintas Sektor
Guna menjamin keberlanjutan rimba dan pasokan energi, Dr. Nyoto menekankan perlunya langkah konkret dari pemerintah, mulai dari rehabilitasi, restorasi, hingga pengawasan tutupan rimba secara berkala. Penegakan norma nan tegas terhadap pelaku perusakan rimba menjadi syarat absolut nan tidak bisa ditawar.
Namun, tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak pemerintah. Dunia industri dan masyarakat luas diharapkan ikut berkontribusi melalui program penanaman pohon, pengembangan agroforestri, serta aktif melindungi rimba dari praktik ilegal.
"Mari bersama-sama menjaga rimba dari ancaman illegal logging, perambahan hutan, pencurian keanekaragaman hayati, hingga kebakaran hutan," pungkas Dr. Nyoto. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·