Hari Danau Sedunia, Selamatkan Air untuk Generasi Mendatang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Danau perlu memberikan faedah langsung bagi masyarakat, mulai dari menjaga kesiapan air, mengurangi akibat banjir, hingga menopang penghidupan. Peringatan Hari Danau Sedunia 2026 mengusung tema Healthy Lakes, Saving Generation, menegaskan bahwa waduk sehat merupakan investasi bagi generasi mendatang.

Penetapan Hari Danau Sedunia melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 79/142 pada 12 Desember 2024 turut didorong Indonesia. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), lebih dari 2.000 waduk di Indonesia menampung sedikitnya 500 kilometer kubik air, setara sekitar 72 persen air permukaan nasional.

Danau menopang kesiapan air tawar, pangan, keanekaragaman hayati, budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal. Bagi jasa dasar, waduk juga dapat menjadi mata rantai awal pasokan air minum.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat waduk menyimpan sekitar 90 persen air tawar permukaan nan tidak membeku. Di Indonesia, air waduk dapat dimanfaatkan sebagai air baku bagi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), lampau diolah melalui instalasi pengolahan air hingga memenuhi standar sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Perlindungan wilayah tangkapan air, sempadan, dan kualitas air menentukan kontinuitas pasokan. Pencemaran, eutrofikasi, serta sedimentasi dapat menurunkan mutu air baku, menambah beban pengolahan, dan mengganggu jasa bagi rumah tangga.

15 Danau Prioritas Nasional

Pemerintah telah menetapkan 15 Danau Prioritas Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya rencana tindakan konkret dalam pengelolaan danau.

"Saya mau semua waduk mempunyai rencana tindakan nan konkret, berbasis data, dan dirancang berbareng masyarakat," kata Hanif, Kamis (27/8/2026).

Rencana nan disusun berbareng penduduk diperlukan agar pemulihan tidak berakhir pada pembersihan, tetapi turut menjaga wilayah tangkapan air, sempadan, dan kualitas air.

Manfaat nyata terlihat di Danau Bakuok, Desa Aur Sati, Kabupaten Kampar, Riau. Revitalisasi nan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui pengerukan, pembersihan gulma, penguatan tebing, dan penataan area meningkatkan luas genangan dari sekitar 7 menjadi 21 hektare.

Danau sekarang berfaedah sebagai tampungan air dan pengendali banjir, sekaligus ruang rekreasi nan membuka kesempatan bagi UMKM dan upaya warga.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU berkomitmen mengawal penyelenggaraan prasarana dengan memastikan kualitas, keberlanjutan, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kementerian PU berkomitmen terus mengawal penyelenggaraan prasarana secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai support area pariwisata," ujar Dody.

Danau Bakuok menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem dapat sekaligus memperkuat pengendalian banjir, ruang publik, dan ekonomi lokal.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita