Jakarta, CNBC Indonesia - Rumah seharga Rp400 juta hingga Rp500 juta tetap dapat dibangun meski nilai tanah terus meningkat. Pengembang menilai, sejumlah area di sekitar Jakarta tetap mempunyai kesempatan pengembangan kediaman pada rentang nilai tersebut, misalnya di Jatiasih, Bekasi.
Pengembang di area tersebut tetap dapat menawarkan rumah jenis 36 dengan luas tanah 60 meter persegi di kisaran Rp400 juta hingga Rp500 juta. Hal ini menunjukkan, rumah dengan nilai tersebut tetap dapat dikembangkan di sejumlah area penyangga Jakarta.
"Teman-teman ini tetap di Jatiasih ya, dekat-dekat perumahan kita itu, itu dia tetap bisa jualan Rp400-Rp500 juta jenis 36 tanah 60," ujar Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono kepada CNBC Indonesia, Jumat (15/10/26).
Ari menyebut, nilai tanah di area tersebut telah mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per meter persegi. Dengan nilai tanah nan relatif tinggi, developer perlu memperhitungkan biaya pembangunan dan strategi pemasaran agar rumah tetap dapat dijual sesuai dengan keahlian calon pembeli.
"Padahal di situ tanah kan sudah sejuta, Rp1,5 juta," katanya.
Pengembangan klaster-klaster mini dapat menjadi salah satu pengganti untuk menyediakan kediaman di area nan relatif tidak terlalu jauh dari Jakarta. Strategi ini dapat membuka pilihan bagi masyarakat nan mau tinggal di sekitar ibu kota tanpa kudu membeli rumah di area pusat kota nan nilai tanahnya lebih tinggi.
"Tinggal tingkat efisiensi dalam membangunnya sama kecepatannya dalam memasarkan. Saya pikir opsinya bisa lebih banyak itu," ujar Ari.
Peluang pembangunan rumah dengan nilai Rp400 juta hingga Rp500 juta juga perlu dilihat dari keahlian developer mengelola biaya. Pemilihan lahan, kreasi rumah, pembangunan infrastruktur, serta kecepatan penjualan menjadi sejumlah aspek nan menentukan nilai akhir hunian.
Ari juga membandingkan segmen tersebut dengan pembangunan rumah subsidi. Menurutnya, rumah bersubsidi umumnya dikembangkan di area dengan nilai tanah lebih rendah, sedangkan rumah dengan nilai jual lebih tinggi memungkinkan developer menjangkau lahan nan lebih mahal.
"Kalau nan efisien, mungkin tetap bisa loh jualan Rp400 juta-Rp500 juta, itu belinya sejuta, mungkin tetap bisa," katanya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·