
Harga Sempat Anjlok ke USD74.000, Mega Whale Tetap Borong Bitcoin (Foto: Freepik)
JAKARTA - Pasar aset mata uang digital dunia sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam ke kisaran level USD74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level USD77.000.
Kombinasi antara eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS pasca-nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve menjadi pemicunya. Penurunan ini tercatat telah menghapus nilai kapitalisasi pasar sekitar USD800 miliar sejak titik tertingginya pada Oktober lalu.
Saat ini Bitcoin sering kali menjadi salah satu aset pertama nan bereaksi terhadap kepanikan dunia lantaran sifat pasarnya nan beraksi 24/7.
Fenomena ini tercermin dari risk-off sentiment nan terjadi secara serentak, di mana instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga menyusul mengalami tekanan jual nan signifikan berbarengan dengan aset digital.
Mega Whale Borong Bitcoin
Namun, info on-chain Glassnode menunjukkan anomali nan menarik di mana terdapat perbedaan perilaku nan kontras antara kelas penanammodal kripto.
Saat penanammodal ritel condong melakukan penjualan lantaran panik, golongan 'Mega-Whales' alias pemegang lebih dari 1.000 Bitcoin justru terpantau melakukan akumulasi pembelian Bitcoin secara berjenjang untuk menyerap pasokan pasar nan panik.
"Meskipun pasar saat ini berada dalam fase ketakutan nan ekstrem, esensial industri dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan siklus serupa di tahun 2022. Kehadiran lembaga besar seperti BlackRock dan JPMorgan nan telah terintegrasi dalam ekosistem melalui ETF dan prasarana perbankan memberikan alas nan lebih kuat terhadap akibat sistemik jangka panjang," kata Vice President Indodax Antony Kusuma di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Harga Bitcoin Sempat Anjlok, Mega Whale Tetap Borong Bitcoin
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·