Harga Plastik Meledak, Mendag Ketok HET Minyakita Tetap Segini

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan, pihaknya belum ada rencana meningkatkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita, meski tekanan biaya dari sisi bungkusan plastik tengah meningkat.

Budi menegaskan, kebijakan nilai Minyakita tetap tetap merujuk pada HET nan bertindak saat ini, ialah Rp15.700 per liter.

"Enggak-enggak, belum (ada rencana relaksasi HET Minyakita)," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia mengatakan, berasas pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, nilai Minyakita saat ini berada sedikit di atas HET, ialah Rp15.942 per liter.

"Kalau nilai minyak goreng nan Minyakita, saya lihat di SP2KP itu Rp15.900-an ya, dari 15.700 HET-nya," sebutnya.

Budi menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan para produsen dan memastikan pasokan minyak goreng dalam kondisi aman.

"Nah tadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, nan pada prinsipnya stok peralatan ada, nggak ada masalah. Jadi kesiapan pasokan ada," kata dia.

Meski demikian, dia mengakui adanya tekanan biaya dari sisi bungkusan plastik nan berakibat pada nilai minyak goreng bungkusan premium dan minyak goreng curah di tingkat konsumen.

Minyak Goreng Minyakita. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)Foto: Minyak Goreng Minyakita. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

"Memang salah satu imbas kenaikan itu lantaran nilai plastik. Nah tadi kami juga komunikasi WA (WhatsApp) dengan industri plastik, pada prinsipnya produksi plastik tetap jalan terus dengan impor bahan baku nan terus kita usahakan, agar tercukupi. Jadi mudah-mudahan semua bisa selesai," jelasnya.

Adapun kenaikan biaya bungkusan ini mulai tercermin pada nilai minyak goreng bungkusan premium di sejumlah daerah. Budi mengakui, pergerakan nilai pada segmen premium apalagi sudah mendekati level Rp22.000 per liter, dengan aspek bungkusan sebagai salah satu pendorong utama.

"Ya itu tadi kan salah satu faktornya lantaran kemasan, kan rata-rata bungkusan dari plastik semua. Nah sekarang ya dari hulunya. Kalau kesiapan minyaknya nggak ada masalah, tetapi kan tadi aspek dari plastiknya. Makanya plastik nan kudu kita selesaikan," ujar Budi.

Terkait stabilisasi harga, dia menegaskan perbaikan kondisi tidak hanya berjuntai pada pasokan minyak, tetapi juga rantai pasok plastik.

"Ya secepatnya, lantaran kita kan tidak mesti ngomongin minyaknya saja kan. Karena tadi saya bilang nan kebanyakan faktornya lantaran dari plastik. Nah ini nan plastik juga kudu diselesaikan," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman juga mendorong tidak adanya kenaikan HET minyak goreng rakyat merek Minyakita, hanya lantaran kenaikan nilai plastik.

Menurutnya, pemerintah dalam waktu dekat ini belum mempunyai rencana untuk meningkatkan HET Minyakita.

"Jangan dinaikkanlah," kata Amran di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News