Harga Pertamax Dibanding BBM RON 92 di ASEAN, Singapura Tembus Rp43 Ribu per Liter

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Harga Pertamax Dibanding BBM RON 92 di ASEAN, Singapura Tembus Rp43 Ribu per Liter

Penyesuaian nilai Pertamax tidak terlepas dari kenaikan nilai minyak dunia. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai nilai Pertamax perlu disesuaikan dengan nilai keekonomian guna menghindari beban tambahan terhadap anggaran negara. Pasalnya, biaya nan semestinya dialokasikan untuk beragam program publik berpotensi terserap untuk menutup selisih nilai bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan penyesuaian nilai Pertamax tidak terlepas dari kenaikan nilai minyak bumi nan dipicu ketegangan geopolitik serta gangguan pasokan daya global.

"Banyak nan bertanya kenapa nilai Pertamax naik. Karena Indonesia tidak hidup sendirian. Harga minyak bumi naik akibat ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan daya global. Sebagai BBM nonsubsidi, Pertamax memang mengikuti nilai pasar," kata Fifi, Senin (15/6/2026).

Menurut Fifi, andaikan nilai Pertamax terus ditahan di bawah nilai keekonomian, negara kudu mengalokasikan anggaran nan lebih besar untuk menutup selisih nilai tersebut. Padahal, anggaran negara juga dibutuhkan untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, support sosial, hingga pembangunan.

"Jika nilai Pertamax terus ditahan di bawah nilai keekonomian, negara kudu mengeluarkan anggaran nan semakin besar. Artinya, duit nan semestinya dapat digunakan untuk sekolah, rumah sakit, support sosial, maupun pembangunan lainnya, akhirnya lenyap untuk menutup selisih nilai BBM," tutur Fifi.

Ia menambahkan bahwa nilai Pertamax di Indonesia tetap relatif lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara di area Asia Tenggara. Harga bensin setara RON 92 di Filipina berada di kisaran Rp22.000 per liter, Laos lebih dari Rp31.000 per liter, Thailand nyaris Rp29.000 per liter, Myanmar sekitar Rp25.000 per liter, dan Singapura mendekati Rp43.000 per liter.

Lebih lanjut, Fifi mengatakan pemerintah tetap mempertahankan nilai BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan. Saat ini, nilai Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com