Harga Oli Motor Naik Gila-gilaan, Pemilik Bengkel dan Montir Teriak

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan nilai oli motor mulai menjadi keluhan di sejumlah bengkel. Dalam beberapa bulan terakhir, nilai oli disebut melonjak signifikan hingga memaksa bengkel meningkatkan tarif tukar oli kepada pelanggan.

Pantauan CNBC Indonesia di sejumlah bengkel area Mampang, Jakarta Selatan, menunjukkan nilai oli nan sebelumnya dijual komplit dengan jasa pemasangan sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu sekarang sudah menyentuh Rp75 ribu.

Ilyas, salah seorang montir bengkel di area tersebut, mengatakan kenaikan nilai oli menjadi nan paling terasa dibandingkan komponen lainnya.

"Mungkin orang mulai ngerem pengeluaran ya, lantaran kan kita tahu sekarang ekonomi kacau, ditambah nilai peralatan pada naik, paling terasa di oli, naiknya lumayan," kata Ilyas kepada CNBC Indonesia, saat ditemui di lokasi, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, sekitar tiga hingga empat bulan lampau pengguna tetap bisa mengganti oli beserta jasa pemasangan dengan biaya sekitar Rp60 ribu. Namun sekarang nilai tersebut hanya cukup untuk membeli olinya saja.

"Biasanya ya kayak 3-4 bulan lampau sudah sama jasa, itu hanya Rp60 ribu. Sekarang Rp60 ribu hanya nilai beli oli dari tokonya, masa saya beli Rp60 ribu saya jual segitu juga, kan ada biaya jasanya. Jadi sekarang saya patokkan Rp75 ribu," ujarnya.

Bengkel motor di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Bengkel motor di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Bengkel motor di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Kenaikan nilai tersebut membikin banyak pengguna terkejut saat datang ke bengkel.

"Wah banyak jika protes, (mereka nanya) 'kok naik?', 'kok jadi mahal?', gitu-gitu, saya bilang aja dari sananya memang naik, mau alias nggak tukar oli, wong dia cek ke bengkel lain pun harganya bakal sama kok," tutur dia.

Menurutnya, kenaikan nilai oli tidak hanya terjadi di satu bengkel, melainkan nyaris merata di pasaran lantaran nilai dari pemasok juga sudah lebih tinggi.

Senada, pemilik bengkel di area Mampang berjulukan Johan mengatakan nilai oli mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut nilai oli nan sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu sekarang rata-rata sudah mencapai Rp70 ribuan.

"Pasti orang jadi ngirit (ganti oli), dolar ini kan naik, pasti nilai oli naik ya jauh. nan biasanya oli itu Rp50 ribu bisa, sekarang jadi nilai Rp70 ribuan," kata Johan ditemui terpisah

Menurut dia, kenaikan nilai tersebut tetap terus berjalan hingga sekarang.

"Naik terus. Setiap bulan ini ada kenaikan terus untuk nilai oli sendiri, dan untuk nilai sparepart sendiri," ujarnya.

Johan mengungkapkan, nilai oli nan dia jual saat ini berada di kisaran Rp70 ribu beserta jasa pasang, sementara nilai sebelumnya berada di level nan jauh lebih rendah, ialah Rp50 ribu.

Ia menilai lonjakan nilai oli berangkaian dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, nan ikut mempengaruhi nilai barang-barang otomotif di pasaran.

Tak hanya oli, sejumlah komponen kendaraan lain juga mengalami kenaikan harga. Namun menurut Johan, kenaikan terbesar tetap terjadi pada produk berbasis cairan pelumas.

"Paling gede itu cairan oli, minyak, lantaran kan ngikutin nilai bumi kan. Itu paling gede. Kalau nan lain itu paling nan kayak model-model plastik dah, plastik-plastik itu kayak vanbelt, bodi, itu naik," ungkap dia.

Ia memperkirakan kenaikan nilai sejumlah sparepart dan pelumas berada di kisaran 10%-15%.

"Iya, biasanya Rp50 ribu sekarang jadi Rp70 ribu, kenaikannya sekitar di 10 sampai 15 persenan lah. Naiknya ya di range itu," ujarnya.

Meski nilai peralatan terus naik, Johan mengaku belum meningkatkan biaya jasa servis lantaran cemas semakin memberatkan pelanggan.

"Jasa belum sih selama ini. Kalau naikin nilai jasa ya orang iba sih, kelak pada teriak, iba orang. Sudah mahal banget gitu loh. Sudah barangnya mahal tambah jasa nan dinaikin, berfaedah naikin dua kali momentum," kata Johan.

Kondisi serupa juga dikeluhkan Roni, montir di bengkel lain di area Mampang. Menurut dia, kenaikan nilai dari pemasok membikin bengkel tidak mempunyai pilihan selain menyesuaikan nilai jual kepada pelanggan.

"Biasanya kita jual oli sudah sama jasa pasang Rp65 ribu, sekarang ya jadi Rp75 ribu ibaratnya," sebut Roni.

Ia mengaku pengguna kerap mempertanyakan kenaikan nilai tersebut.

"Itu sudah pada tanda-tanya juga itu nan mau pasang, katanya 'kok naik? Kemarin tetap segini'. Tapi ya nggak mungkin lah kita beli peralatan dari sana Rp68 ribu, kita jual lagi Rp68 ribu kan. Ya kan kita usaha, jadi ada jasanya," ujarnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News