Harga minyak mentah bumi kompak melemah pada perdagangan Senin, melanjutkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut di tengah meredanya kekhawatiran pasar.
Mengutip Tradingseconomic, Minyak mentah jenis WTI turun ke kisaran USD 101 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan rencana untuk “membebaskan” kapal-kapal kargo nan terjebak di Selat Hormuz, sekaligus memberi sinyal adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran.
Program nan disebut “Project Freedom” itu ditujukan untuk membantu kapal sipil dari negara non-konflik keluar dari wilayah perairan nan disengketakan, agar bisa kembali beraksi normal. Implementasinya dijadwalkan mulai melangkah pada Senin.
Dari sisi lain, Iran menyatakan sedang mengevaluasi respons AS terhadap proposal terbarunya nan berisi 14 poin. Langkah ini memunculkan angan bakal terbukanya jalan menuju penyelesaian bentrok secara diplomatik.
Sementara itu, nilai minyak Brent juga ikut turun ke bawah USD 108 per barel, sejalan dengan sentimen nan sama. Sepanjang tahun ini, nilai minyak sempat melonjak tajam akibat bentrok di Timur Tengah dan terganggunya jalur pengedaran global, khususnya setelah Selat Hormuz praktis tertutup.
Di luar itu, golongan produsen OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi secara simbolis untuk Juni. Keputusan ini menunjukkan bahwa organisasi tersebut tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, meski Uni Emirat Arab telah keluar dari aliansi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·