Harga minyak bumi melambung lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (31/8). Lonjakan ini membawa minyak mentah jenis Brent kembali menembus level psikologis USD 90 per barel.
Eskalasi nilai dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap dua letak peluncur milik Iran di Pulau Larak, area strategis Selat Hormuz, pada Minggu (30/8).
Aksi militer ini merupakan serangan terbuka pertama AS ke wilayah Iran sejak akhir Juli 2026. Langkah tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan daya dunia nan melintasi jalur krusial Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, nilai minyak mentah berjangka Brent melonjak USD 2,22 alias 2,52 persen ke posisi USD 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT.
Pada saat nan sama, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) terkerek naik USD 2,01 alias 2,41 persen menjadi USD 85,41 per barel.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·