Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2022 pada Rabu (29/4), imbas dari tidak ada tanda-tanda berakhirnya bentrok AS-Iran alias terhambatnya aliran daya melalui Selat Hormuz.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran atas menyusutnya persediaan pasokan dunia dengan cepat. Dikutip dari Bloomberg, nilai minyak mentah Brent patokan dunia naik 6,1 persen hingga diperdagangkan di atas USD 119,50 per barel sebelum sedikit terkikis dan ditutup pada USD 118,03 per barel, level tertinggi baru sejak perang Iran dimulai dua bulan lalu.
Sementara West Texas Intermediate (WTI) berhujung naik 7 persen menjadi USD 106,88 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara ICE Newcastle juga menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan situs Barchart, nilai batu bara untuk perjanjian Mei 2026 naik 1,83 persen dan berada di nilai USD 133,65 per ton.
CPO
Adapun nilai minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia naik pada penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan info tradingeconomics, nilai CPO naik tipis 0,93 persen dan berada di MYR 4.578 per ton.
Nikel
Harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga nikel berasas London Metal Exhange (LME) menurun 0,92 persen menjadi USD 19.272 per ton.
Timah
Sementara itu, nilai timah juga terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga timah berasas situs London Metal Exhange (LME) sedikit melemah 0,41 persen dan menetap di USD 48.753 per ton.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·