Harga minyak ditutup menguat lebih dari 1 persen pada Senin (20/7). Saat ini pasar sedang mengharapkan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah keputusan golongan Houthi di Yaman untuk memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (21/7), perjanjian berjangka minyak mentah Brent ditutup naik USD 1,12 alias sekitar 1,3 persen menjadi USD 89,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 74 sen alias 0,9 persen menjadi USD 83,23 per barel.
"Meskipun bentrok tetap jauh dari selesai, prospek dimulainya kembali perundingan telah mengurangi kekhawatiran jangka pendek mengenai gangguan lebih lanjut terhadap pasokan minyak dan pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Analis Pasar Senior Capital.com, Daniela Hathorn.
Adapun bentrok di Timur Tengah memang kembali meningkat pada akhir pekan lalu. AS melancarkan serangan ke Iran sembilan malam berturut-turut, sementara sekutu AS ialah Kuwait dan Bahrain juga sudah melaporkan soal adanya serangan baru dari Iran.
CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, nilai CPO untuk perjanjian Agustus mengalami penurunan 0,35 persen. Dengan begitu, nilai CPO berada di level MYR 4.552 per ton.
Batu Bara
Sementara itu nilai batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan info dari Barchart, nilai batu bara untuk perjanjian Agustus menguat 0,30 persen ke level USD 133,75 per ton.
Nikel
Harga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan info dari London Metal Exchange, nilai nikel turun 0,19 persen ke level USD 16.929 per ton.
Timah
Sementara itu, nilai timah juga melemah 0,66 persen. Berdasarkan info dari London Metal Exchange nilai timah ada pada level USD 52.878 per ton.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·