Harga Kebutuhan Pokok Melesat, Puan Ingatkan Dampaknya ke Rakyat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kenaikan nilai kebutuhan pokok nan dinilai sebagai akibat dari dinamika geopolitik global. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah pengendalian untuk meringankan beban masyarakat.

“Konflik geopolitik dunia mulai dirasakan dalam perekonomian nasional. Termasuk lonjakan nilai daya dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat, terutama masyarakat dari golongan ekonomi kecil,” kata Puan dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Puan menilai kenaikan nilai minyak goreng nan terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia kudu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Perubahan nilai kebutuhan pokok langsung memengaruhi ruang shopping harian rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM), nan dinilai turut menambah beban masyarakat. Meski kenaikan saat ini terjadi pada BBM nonsubsidi, Puan menyebut kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat tetap terdampak.

“Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi sehingga mereka nan berkuasa terpaksa membeli BBM non-subsidi nan harganya naik signifikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada LPG nan berakibat pada kenaikan nilai beragam komoditas.

“Kondisi nan sama juga terjadi pada LPG. Dan kita ketahui bersama, kenaikan BBM maupun LPG pasti mempunyai akibat turunan terhadap nilai komoditas lainnya. Ini mempengaruhi daya beli masyarakat,” tambah Puan.

Puan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan nilai agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan ini dapat memicu ekspektasi kenaikan peralatan lain di pasar. Ini bakal menambah beban masyarakat nan sudah dalam kondisi ekonomi berat,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah melakukan mitigasi terhadap akibat ketidakpastian geopolitik global, khususnya mengenai nilai dan kesiapan BBM, LPG, serta minyak goreng.

“Pemerintah kudu bisa memitigasi kesiapan mengenai dengan nilai BBM dengan sudah adanya kenaikan ini, ditambah sekarang LPG dan juga minyak goreng juga naik harganya,” ujarnya.

Selain itu, Puan menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam kebijakan nilai BBM nonsubsidi.

“Untuk kenaikan nilai BBM non-subsidi tentu kudu ada keadilan dan diberikan penjelasan kenapa nilai tersebut naik dan sampai kapan, dan apakah nilai tersebut bakal terus naik alias seperti apa,” imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita