Harga Daging Ayam di Jakarta Turun, Pedagang Akui Pembeli Berkurang

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Pedagang daging ayam di Pasar Rumput Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Harga daging ayam di pasar tradisional wilayah Jakarta terus turun dalam sebulan hingga sepekan terakhir. Kondisi ini disebut lantaran lemahnya daya beli masyarakat, sementara pasokan ayam dari peternak dalam kondisi normal.

Berdasarkan pantauan kumparan di Pasar Senen Jakarta Pusat dan Pasar Rumput Jakarta Selatan, Senin (15/6) sekitar pukul 10.00 WIB, situasi pasar memang terlihat cukup lengang walaupun tetap pagi hari.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Senen, Eno, mengatakan nilai daging ayam sudah mulai melandai sejak pekan lalu. Saat nilai sedang tinggi-tingginya, nilai daging fillet biasanya dibanderol Rp 50.000 per kg, sementara ayam utuh sekitar Rp 37.000-38.000 per kg.

"Kalau sekarang Rp 45.000 buat fillet. Kalau nan ekoran sekilonya Rp 33.000," ungkapnya kepada kumparan.

Turunnya nilai daging ayam ini, kata Eno, terpantau sejak lima hari lalu. Namun, saat ini sudah mulai merangkak naik. Pasalnya, dia menyebut nilai daging ayam memang sangat naik turun dan susah ditebak. Meskipun nilai turun, kondisi ini tidak bakal memperkuat lebih dari satu alias dua pekan.

"Cuma kadang-kadang biasanya bentaran doang turunnya, biasanya paling minggu-dua minggu kelak lenyap itu naik lagi, enggak sampai lama," jelas Eno.

Eno menilai, lesunya nilai daging ayam ini tetap dipengaruhi momentum Idul Adha pada akhir Mei lalu. Masyarakat mendapatkan stok daging sapi nan melimpah, sehingga kemauan membeli daging ayam menurun.

Hanya saja, dia mengungkapkan penurunan daya beli masyarakat sudah konsisten terjadi sejak dua tahun belakangan. Menurutnya, sepinya pembeli sudah sangat terlihat di Pasar Senen nan notabene berada di pusat kota.

"Pembeli sepi, pasarnya mah udah enggak kayak dulu, udah jauh. Turun 50 persen lebih kayaknya, dari 2024 lah itu terakhir pasar tetap rame, 2025 kemarin udah mulai sepi, sekarang juga udah sepi," keluh Eno.

Pedagang daging ayam di Pasar Rumput Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Sementara itu, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Rumput, Erni, juga membenarkan nilai daging ayam sedang murah sekitar 10-15 persen jika dibandingkan sebulan lalu.

Erni biasanya menjual ayam per ekor dengan kisaran nilai Rp 25.000 hingga Rp 50.000 tergantung ukuran dan berat. Selain itu, ada juga potongan bagian tubuh ayam seperti ceker, sayap, dan jeroan dengan nilai nan berbeda-beda.

"Cuma jika kayak sebelumnya kan dengan nilai segitu ayamnya kecil. Kalau sekarang harganya sama, hanya ukurannya lebih gede. Misalnya Rp 25.000 itu ukuran 500 gram, nah sekarang bisa 600 gram," tuturnya.

instagram embed

Dia menjelaskan, salah satu penyebab nilai daging ayam menurun lantaran daya beli masyarakat nan juga melemah imbas naiknya pengeluaran rumah tangga menjelang tahun aliran baru sekolah alias universitas.

"Mungkin itu ya, daya beli masyarakat menurun. Terus kan ini mendekati anak sekolah mau bayar-bayaran tuh kenaikan kelas, alias bayar nan kuliah, bayar UKT. Kalau dari pasar tuh daya beli masyarakat tuh agak menurun," ungkap Erni.

Sementara dari sisi pasokan, lanjut dia, saat ini dalam kondisi aman. Berbeda dengan kondisi bulan lampau nan menurutnya lebih seret, sehingga nilai di pasaran mengalami kenaikan.

"Pas lagi mahal-mahalnya itu dari peternakan, pasokannya dari sana (susah). Kalau sekarang aman," pungkas Erni.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan