Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan akibat Konflik AS-Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan akibat Konflik AS-Iran Ilustrasi.(Magnific)

PASAR kripto dunia tengah menghadapi tekanan dahsyat pekan ini. Bitcoin (BTC) berada di jalur tren penurunan harian terpanjang sejak Agustus tahun lalu, dipicu oleh eskalasi bentrok di Timur Tengah, likuidasi besar-besaran posisi bullish, serta tindakan jual langka oleh pemegang korporasi utama.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mata duit mata uang digital nomor satu ini sempat merosot hingga menyentuh level US$61.322 (sekitar Rp1 miliar) sebelum akhirnya sedikit pulih. Penurunan ini menandai hari kelima berturut-turut bitcoin berada di area merah, mendekati titik terendah pasar nan pernah tercatat pada awal Februari lalu.

Pemicu Utama Sentimen Bearish

Kepercayaan penanammodal di sektor aset digital mulai goyah akibat kombinasi beberapa aspek makro dan teknis nan terjadi secara bersamaan:

  • Konflik Geopolitik: Serangan udara terbaru nan menakut-nakuti pembicaraan tenteram antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan akibat makro, mendorong penanammodal beranjak dari aset berisiko.
  • Likuidasi Massal: Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa nyaris US$4 miliar (setara Rp65,6 triliun) taruhan bullish telah tersapu bersih sejak awal pekan ini.
  • Arus Keluar ETF: ETF bitcoin nan terdaftar di AS mencatat rekor arus keluar (outflow) selama 13 sesi berturut-turut, dengan total biaya nan ditarik mencapai US$4,4 miliar.
  • Aksi Jual Korporasi: Strategy Inc. melakukan penjualan bitcoin pertamanya sejak 2022. Meski jumlah nan dijual hanya 32 bitcoin--relatif mini dibanding persediaan mereka senilai US$53 miliar--langkah ini memberikan akibat psikologis nan besar bagi pasar.

Analisis Pakar: "Pekan ini sangat menyakitkan bagi bumi kripto. Tidak ada langkah lain untuk menggambarkannya," ujar Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered Plc.

Divergensi dari Saham Teknologi

Penurunan tajam ini juga mempertegas pemisahan (decoupling) bitcoin dari saham-saham teknologi di Wall Street nan justru mencetak rekor tertinggi. Saat ini, bitcoin kehilangan sekitar separuh nilainya sejak mencapai rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu.

Kondisi serupa juga menimpa ether (ETH). Token terbesar kedua ini jatuh ke level terendahnya sejak April 2025, diperdagangkan di kisaran US$1.780 (sekitar Rp29,2 juta) pada Kamis pagi.

Menanti Langkah Strategis Berikutnya

Fokus pasar sekarang tertuju pada Senin mendatang, saat Strategy Inc. biasanya mengumumkan aktivitas pembelian bitcoin mereka. Analis memprediksi perusahaan tersebut mungkin bakal melakukan tindakan beli nan lebih garang untuk memanfaatkan nilai rendah saat ini.

Meskipun pasar ekuitas Eropa menunjukkan pergerakan hijau, masa depan bitcoin dalam jangka pendek tetap rentan terhadap akibat makroekonomi dunia dan perkembangan situasi di Timur Tengah. (Bloomberg/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia