Harga Bitcoin Anjlok!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Harga Bitcoin (BTC) turun signifikan pada perdagangan Kamis (25/6). Secara perdagangan intraday, nilai koin mata uang digital itu sempat menyentuh nilai terendah di level US$ 58.995 alias sekitar Rp 1,05 miliar (asumsi kurs Rp 17.947).

Berdasarkan laporan CNBC, nilai Bitcoin telah turun 52% dari level tertingginya tahun lalu. Bitcoin berjuang untuk memperkuat di level US$ 60.000 sepanjang tahun ini.

Namun para pedagang menilai penurunan nilai Bitcoin ini sebagai kejadian puncak gunung es. ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) diketahui diperdagangkan nyaris 1,1 juta opsi hari ini berasas info Cboe LiveVol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volume opsi put juga tercatat dua kali lipat lebih dari volume opsi call. Para trader membeli 275.000 opsi put, sedangkan opsi call kurang dari 129.000 opsi call, berasas info ThinkOrSwim.

Kemudian berasas SpotGamma, dari premi senilai US$ 187 juta nan diperdagangkan di IBIT, tercatat sekitar US$ 144 juta adalah opsi put. Kemudian dari 20 perjanjian nan paling banyak diperdagangkan berasas volume, 19 di antaranya adalah opsi put.

Kontrak nan paling terkenal adalah opsi put dengan nilai penyelenggaraan 32,5 nan berhujung pada hari Jumat. Hal ini mendorong penurunan nilai bitcoin sebesar 4,5% lagi untuk memberikan untung para pedagang.

Volatilitas IBIT saat ini berada di level 53, nan menunjukkan para pelaku pasar opsi memperkirakan nilai IBIT hanya bakal bergerak sekitar 3% per hari. Berdasarkan nilai opsi nan jatuh tempo pada 31 Juli, terdapat kesempatan sekitar 48% bahwa nilai IBIT bakal turun ke bawah US$ 30,5 alias melemah sekitar 10% dari posisi saat ini hingga akhir bulan depan.

Sementara itu, kesempatan nilai IBIT naik 10% dalam periode nan sama sedikit lebih besar, ialah sekitar 55%. Sentimen di pasar juga belum sepenuhnya positif.

Aktivitas perdagangan opsi menunjukkan penanammodal tetap condong berhati-hati, dengan banyak pelaku pasar membeli perjanjian put sebagai corak perlindungan dari akibat pelemahan harga.

"Di tengah keahlian saham AI nan luar biasa, BTC mengalami kesulitan dalam perihal nilai dan menarik perhatian," kata CEO Two Prime, Alexander Blume, dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2026).

"Perilaku Strategy nan goyah terus menakut-nakuti pasar, mengingatkan kita pada gejolak besar lainnya nan pernah terjadi di pasar," pungkasnya.

(ahi/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance