Harga Beras Medium di Lebak Naik Tipis Rp100 per Kg, Stok Melimpah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Harga Beras Medium di Lebak Naik Tipis Rp100 per Kg, Stok Melimpah Pekerja memikul karung berisi beras di Gudang BGR Bulog Cipari Mangin, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).(ANTARA/ADENG BUSTOMI)

Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kenaikan tipis dalam tiga hari terakhir. Rata-rata kenaikan tercatat sebesar Rp100 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengonfirmasi kenaikan tersebut pada Rabu (2/9). Meski ada kenaikan, dia menilai perubahan nilai ini tetap relatif mini lantaran didukung oleh pasokan nan melimpah dari pabrik penggilingan.

Rincian Harga Beras Medium

Berdasarkan info Disperindag Lebak, berikut adalah rincian nilai beras medium di pasar tradisional:

  • Beras Medium KW 1: Rp14.000 per kg (sebelumnya Rp13.900).
  • Beras Medium KW 2: Rp12.800 per kg (sebelumnya Rp12.700).
  • Beras Medium KW 3: Rp12.000 per kg (sebelumnya Rp11.900).

Yani optimis nilai beras bakal kembali melandai dalam waktu dekat. "Kami meyakini nilai beras medium pekan depan kembali turun, lantaran di beragam wilayah memasuki panen, khususnya di areal persawahan nan terdapat air," ujarnya.

Komoditas Lain Cenderung Turun dan Stabil

Berbeda dengan beras, sejumlah komoditas pangan lainnya justru mengalami penurunan harga. Cabai besar sekarang dijual Rp43.900 per kg dari sebelumnya Rp45.000 per kg. Cabai rawit hijau turun menjadi Rp48.500 per kg, dan bawang merah turun tipis ke nomor Rp32.800 per kg.

Sementara itu, beberapa bahan pokok terpantau stabil, di antaranya:

Komoditas Harga Satuan
Minyakita Rp18.000 / kemasan
Minyak Goreng Premium Rp22.000 / kemasan
Telur Ayam Rp25.000 / kg
Daging Sapi Rp148.000 / kg
Daging Kerbau Rp150.000 / kg

Kondisi nilai nan relatif stabil ini berakibat positif pada daya beli masyarakat di Rangkasbitung. Sumiyati, salah seorang warga, mengaku daya beli tetap terjaga lantaran tidak ada lonjakan nilai nan signifikan. Namun, dia tetap berambisi nilai pangan bisa terus menurun seiring dengan melimpahnya persediaan di tengah musim tandus panjang.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia