Harga BBM Malaysia Naik!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Malaysia mengumumkan kenaikan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk bensin satuan nonsubsidi. Ketetapan ini diumumkan oleh Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) pada Rabu (16/9) kemarin.

Dikutip dari Mala Mail, nilai bensin jenis RON 97 dan RON 95 bakal naik sebesar 35 sen per liter untuk periode 17-23 September. Dengan demikian, nilai bensin satuan RON 97 naik menjadi RM 4,85 alias sekitar Rp 21.097 (asumsi kurs Rp 4.350) per liter.

Sementara RON 95 tanpa subsidi bakal naik menjadi RM 4,37 alias sekitar Rp 19.064 per liter. Kemudian untuk solar tanpa subsidi menjadi RM 5,27 alias sekitar Rp 22.930 per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MOF mengatakan, kenaikan nilai BBM nonsubsidi ini dilakukan menyusul tingginya nilai bahan bakar dunia nan dipicu meningkatnya ketegangan Asia Barat di tengah bentrok nan telah memasuki hari ke-200.

"Iran telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz sebagai jawaban atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran, sementara serangan juga meluas ke Yaman dan prasarana daya Arab Saudi. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah turun ke level satu digit setelah lonjakan serangan tersebut," tulis MOF dari Malay Mail, dikutip Jumat (18/9/2026).

"Situasi memburuk setelah serangan pesawat tak berawak memaksa penghentian sementara operasi di sepanjang Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi, nan merupakan salah satu rute utama nan menghindari Selat Hormuz," tambahnya.

MOF mengatakan perkembangan ini mendorong nilai minyak mentah Brent kembali di atas US$ 100 per barel, mencapai nyaris US$ 110 per barel selama periode kalkulasi Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).

Pada saat nan sama, MOF menilai gangguan terhadap kapabilitas penyulingan di Rusia dan hambatan pasokan minyak mentah terus membatasi produksi minyak bumi olahan, menjaga margin penyulingan tetap tinggi dan memberikan tekanan ke atas pada nilai minyak bumi global.

Menurut MOF, meningkatnya ketegangan di Asia Barat dan bentrok Rusia-Ukraina dapat mengakibatkan volatilitas berkepanjangan pada nilai minyak global. Namun Pemerintah Madani berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dan upaya dari akibat ketidakpastian global.

Kebijakan tersebut dijalankan melalui program subsidi BUDI Madani bagi konsumen nan memenuhi syarat. Lewat BUDI95, penerima faedah tetap membeli RON 95 seharga RM 1,99 per liter, sementara pemerintah menanggung subsidi RM 2,38 per liter alias 54% dari nilai tanpa subsidi nan mencapai RM 4,37.

Sementara itu, penerima BUDI Diesel bayar RM 2,10 per liter. Pemerintah memberikan subsidi RM 3,17 per liter alias sekitar 60% dari nilai tanpa subsidi sebesar RM 5,27.

Mulai 1 September, pemerintah juga meningkatkan pemisah subsidi bulanan BUDI95 dan BUDI Diesel menjadi 300 liter. Khusus pemilik truk pikap dan jip diesel nan memenuhi syarat, pemerintah memberikan tambahan kuota 100 liter sehingga totalnya menjadi 400 liter per bulan.

"Pemerintah Madani bakal terus mengambil pendekatan nan bijak untuk melindungi rakyat dari perubahan nilai sekaligus memastikan pasokan bahan bakar nasional tetap mencukupi dan aman," demikian bunyi pernyataan tersebut.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance