Harga Batu Bara Sampai Tembus US$150/Ton, Pengusaha RI Bilang Begini

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara nan telah tembus ke level US$150 per ton menjadi perhatian di tengah gangguan logistik akibat penurunan muka air di sejumlah sungai Kalimantan. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai kenaikan nilai batu bara tidak semata-mata dipengaruhi oleh kondisi logistik di Indonesia.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan pergerakan nilai batu bara dipengaruhi oleh beragam faktor, terutama dinamika permintaan dan pasokan di pasar global.

"Soal nilai batu bara, pergerakannya dipengaruhi oleh beragam faktor, terutama dinamika permintaan dan pasokan global," kata Gita kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Dia mengatakan, kondisi logistik batu bara di Indonesia memang dapat menjadi salah satu aspek nan memengaruhi sentimen pasar. Namun, gangguan pengangkutan batu bara akibat penurunan muka air sungai bukan menjadi satu-satunya aspek penentu kenaikan harga.

"Kondisi logistik di Indonesia dapat menjadi salah satu aspek nan memengaruhi sentimen pasar, namun bukan satu-satunya aspek penentu kenaikan harga," ujarnya.

Di sisi lain, kekeringan dan penurunan muka air di sejumlah sungai utama di Kalimantan juga mulai mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara.

Kondisi tersebut membikin kapal tongkang tidak dapat beraksi secara optimal, sehingga stok batu bara berpotensi menumpuk di area tambang maupun stockpile pelabuhan.

Menurut Gita, di beberapa wilayah, kondisi sungai nan semakin dangkal membatasi draft kapal tongkang. Akibatnya, muatan batu bara nan dapat diangkut dalam satu perjalanan menjadi tidak maksimal.

"Di beberapa wilayah sungai lainnya, penurunan muka air juga dapat membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan," ujarnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News